AELI: Pemerintah Jangan Berstandar Ganda terhadap Provider Outbound

AELI: Pemerintah Jangan Berstandar Ganda terhadap Provider Outbound

274

gnews.online | Pemerintah diminta tidak berstandar ganda terhadap provider atau penyelenggara  kegiatan pembelajaran di alam terbuka (outbound), dan berharap pemerintah juga lembaga lain bisa menerapkan peraturan untuk penyelenggaraan outbound tersebut.

Penegasan itu disampaikan Ketua Asosiasi Experiential Learning Indonesia (AELI) Sumatera Utara, Ali Wardhana Ginting, usai pelantikan pengurus AELI Sumut periode 2018-2021, di Kenanga Garden, Jalan Djamin Ginting Medan, Selasa (18/12/2018).

Ali Wardhana mengatakan, di satu sisi pemerintah mewajibkan provider berstandarisasi sebagaimana Surat Keputusan (SK) Menteri Pariwisata No. 11 Tahun 2015, tapi di sisi lain kalangan pemerintah sendiri masih menggunakan provider yang tidak bersertifikat untuk mengelola  kegiatan mereka sendiri.

“Itu yang kami maksud, pemerintah jangan berstandar ganda. Kalau mau serius, mari kita tegakkan aturan, sehingga kegiatan-kegiatan outbound terutama yang diselenggarakan pemerintah tidak berkesan liar,” ucap Ali.

Dikatakan, AELI adalah partner Departemen Pariwisata untuk  keperluan sertifikasi provider atau pemandu outbound tersebut. Pihaknya pun sangat berkeinginan seluruh provider outbound, terutama di Sumut, terstandarisasi sehingga profesional dan sesuai harapan masyarakat pengguna jasa.

“Tuntutan masyarakat makin tinggi, maka kemampuan juga harus tinggi. Selama ini banyak provider yang programnya itu-itu saja, padahal kita harus lebih kreatif guna menjaring pasar,” ujar Ali yang didampingi Sekretaris Lukman Nurhakim dan Bendahara Juned Iskandar.

Makanya terkait itu, AELI punya program jangka pendek merapikan provider outbound yang ada di Sumut, yang selama ini terkesan datang dan pergi, muncul sebentar lalu hilang lagi, atau jalan sendiri-sendiri.

“Program jangka panjang tentunya agar internal AELI meningkatkan kompetensinya. Makanya kami mengajak provider outbound di Sumut yang jumlahnya sekitar 25, untuk bergabung. Sekarang yang sudah tergabung dalam AELI Sumut ada sembilan provider,” katanya.

Lebih jauh Ali Wardhana menjelaskan, experiential lebih luas dibandingkan outbound umumnya. Konsep pembelajaran dari pengalaman, tidak seperti selama ini hanya terkesan ramai-ramai,  ringan, dan sekadar tertawa-tawa.

“Yang sering terjadi juga, yang mau belajar orang dewasa, tapi media yang digunakan untuk anak-anak,” imbuhnya.

Pengurus AELI Sumut kemarin dilantik Ketua Harian AELI Pusat, Nur Fahmi, dan dihadiri sejumlah pejabat instansi seperti dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumut, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut, Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Sumut, serta Dispora Medan. (koh)

Susunan Pengurus AELI Sumut :

Penasihat :
Prana Jaya
Ilham Prasetyo
Indo Mora Siregar
Joni Kurniawan
Muliadi
Elwin Riza Fahlevi

Ketua : Ali Wardhana Ginting (Toba Caldera)
Sekretaris : Lukman Nurhakim (Bumi Outdoor)
Bendahara : Juned Iskandar (Medan Adventure)

Bidang Organisasi :
Syahputra (Family Outbound)
Rizki Martua Nasution (True North)
Fitri Aditya (Bumi Outdoor)

Bidang Keanggotaan :
Abdul Rahman Tumangger (Toba Caldera)
Ismi Hami (Bumi Outdoor)
M Harmain (Family Outbound)

Bidang Diklat :
Johny S Bukit (Rapid Plus)
Irsan Parlindungan (Taman Edukasi)
Riza Zulkarnain Siregar (The Brother)

Bidang Litbang :
Anwar Iskandar Nasution (Taman Edukasi)
Erwin Syahputra (Medan Adventure)
Sandro Willy Hutabarat (True North)