AIMI Sumut Gelar Seminar Laktasi Nasional

AIMI Sumut Gelar Seminar Laktasi Nasional

284

gnews.online | Asosiasi Ibu Menyusui ndonesia (AIMI) Sumut menggelar seminar nasional, dengantema “Peranan Tenaga Kesehatan Membantu Keberhasilan Ibu Menyusui” di Aula Rumah Sakit (RS) Universitas Sumatera Utara ( USU) Medan, dalam rangka peningkatan kapasitas dan pengetahuan para tenagak kesehatan mengenai problematika menyusui dan solusinya.     Menyusui memang bukanlah suatu penyakit yang ditangani secara medis, namun kegagalan ibu menyusui memberikan resiko yang besar terhadap kesehatan anak.

Dukungan tenagakesehatan menjadi salah satu kunci keberhasilan ibu menyusui. BapakPresidenRepublik Indonesia, Ir. Joko Widodo pada Rapat Kerja Kesehatan Nasional 2017,menyerukan “Jangan sampai ada lagi yang namanya gizi buruk.

Tidak ada anak yang sepantasnya kekurangan gizi di negara berpendapatan menengah sepert isekarangini. ”Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, masih ada sekitar 8.8 juta anak berusia dibawah lima tahun (balita) yang pendek, 3 juta balita kurus serta sejumlah balita yang gemuk (kelebihanbobot) yang menunjukkan masalah gizi balita masih  cukup   serius di Indonesia.

Salah satu faktor yang mempengaruhi masalah gizi balita adalah asupan makanan yang kurang tepat, khususnyapemberian ASI yang  tidak optimal.

Di Indonesia, hampir 9 dari 10 ibu menyusui, namun sayangnya hanya 42% saja bayi berusia di bawah 6 bulan yang mendapatkan ASI secara eksklusif dan menikmati manfaat ASI secara optimal.

Faktor protektif dan nutrient yang sesuai dalam ASI menjamin status gizi bayi baik, juga menurunkan angka kesakitan dan kematian anak.

Faktor penghambat pemberian ASI secara optimal antara lain karena rendahnya  pengetahuan para ibu mengenai manfaat ASI dan cara menyusui yang benar, kurangnya pelayanan konseling laktasi dan dukungan dari  petugas  kesehatan, persepsi – persepsi sosial budaya yang menentang pemberian ASI, kondisi yang kurang memadai bagi para ibu yang bekerja, serta pemasaran agresif oleh perusahan – perusahan susu formula yang tidak saja mempengaruhi para ibu, namun juga petugas kesehatan.

“Promosi ASI eksklusifwajibdilakukanolehtenagakesehatan. Menurut PP Nomor 33 tahun 2012 bahwasanyapemberiansusu formula hanyaatasindikasimedis. Jadi, tidakbolehada di Sumatera Utara initenagakesehatan yang menawarkansusu formula, karenahalitumelanggarhukum,”ungkap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara Drs. Agustama, Apt. M.Kes.

Dia  yakin seminar ini memberikan informasi yang tepat tentang pemberian ASI kepada tenaga kesehatan. (dev)