Baru 25 Persen Pekerja Di Sumut Terlindungi Jaminan BPJS Ketenagakerjaan

Baru 25 Persen Pekerja Di Sumut Terlindungi Jaminan BPJS Ketenagakerjaan

205

Medan – gnews.online |

Dari sekitar lima juta pekerja di Sumatera Utara, hingga Desember 2018, baru sekitar 25 persen pekerja yang terlindungi oleh Jaminan BPJS Ketenagakerjaan. Sedangkan sekitar 75% lagi yang mayoritas merupakan pekerja informal belum terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Hal tersebut dikatakan Deputi Direktur Wilayah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Umardin Lubis, pada acara Gathering Wartawan dan Serikat Buruh tahun 2018, di Hotel Polonia Medan, Sabtu (15/12/2018).

“Sampai saat ini baru sekitar 25 persen pekerja yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. Itu didominasi pekerja formal dan sektor konstruksi,” kata Umardin Lubis.

Lebih lanjut, Umardin menjelaskan, pekerja yang belum terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan mayoritas dari sektor informal khususnya UMKM. Sedangkan perusahan besar, sebagian besar sudah mendaftarkan pekerjanya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Banyak pekerja informal yang belum terdaftar. Untuk itu tahun 2019 kita targetkan harus banyak pekerja yang sudah tercover. Karena pekerja baik formal maupun informal sebenarnya wajib dilindungi BPJS Ketenagakerjaan,” sebutnya.

Terkait masih sedikitnya pekerja yang terlindungi BPJS Ketenagakerjaan, Umardin menjelaskan, kendala yang dihadapi selama ini adalah masih banyak pekerja informal yang merasa tidak perlu mendaftarkan diri dalam BPJS Ketenagakerjaan. Sebab mereka merasa belum terlalu membutuhkannya.

“Kalau pekerja informal, mereka merasa tidak wajib, karena bukan kebutuhan saat itu. Sedangkan BPJS Kesehatan saja yang merupakan kebutuhan, masih banyak yang pada saat butuh baru mendaftar. Apalagi BPJS Ketenagakerjaan, banyak pekerja yang merasa belum butuh. Jadi ini yang mau kita ubah agar menjadi kebutuhan,” jelasnya.

Untuk itu, Umardin menegaskan, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi secara masif untuk meningkatkan kesadaran bagi pekerja agar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Kegiatan sosialisasi ini salah satunya kepada pekerja sektor informal yang masih banyak belum mengetahui perlunya terdaftar BPJS Ketenagakerjaan. Kita harap banyak pekerja yang sadar akan perlunya terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan,” tutupnya. (art)