BNI Syariah Buka Cabang di Padangsidimpuan

BNI Syariah Buka Cabang di Padangsidimpuan

115

Medan – gnews.online |

BNI Syariah memperluas layanan dan bisnis syariah dengan membuka Kantor Cabang Pembantu (KCP) Padangsidimpuan yang beralamat di Jl. Sudirman ex Jl. Merdeka No 49 Padangsidimpuan Sumatera Utara, Kamis (19/12/2019).

Peresmian KCP Padangsidimpuan dihadiri oleh Walikota Padangsidimpuan, Irsan Effendi Nasution dan SEVP Bisnis Retail dan Jaringan BNI Syariah, Iwan Abdi.

KCP Padangsidimpuan merupakan kantor cabang pembantu BNI Syariah ke-5 di bawah Kota Medan setelah Kantor Cabang Utama Medan, KCP Brigjend Katamso, KCP Binjai, KCP Iskandar Muda dan KCP Pematangsiantar.

Iwan Abdi berharap dengan hadirnya BNI Syariah di Padangsidimpuan dapat mendekatkan akses masyarakat Medan untuk bertransaksi syariah di antaranya akses permodalan, simpanan dana maupun produk perencanaan syariah lainnya.

“Diharapkan dengan pembukaan KCP baru, BNI Syariah bisa ikut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi provinsi Sumatera Utara,” kata Iwan.

Saat ini BNI Syariah juga mempermudah akses bagi masyarakat yang ingin membuka rekening dengan mengakses bro.bnisyariah.co.id. Di website ini calon nasabah dapat menentukan sendiri jenis tabungan yang akan dipilih di manapun dan kapanpun melalui mobile phone sehingga waktu effisien.

Sambutan positif juga disampaikan Walikota Padangsidimpuan, Irsan Effendi Nasution S.H. ”Dengan hadirnya BNI Syariah di Padangsidimpuan kami berharap dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal daerah dengan bisnis berbasis syariah,” ujarnya.

Meningkatkan Bisnis

Dengan adanya perluasan bisnis di Medan dapat meningkatkan bisnis BNI Syariah secara nasional yang tercatat per September 2019, laba bersih Rp461,96 miliar sampai triwulan III 2019, naik 50,66% secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan periode sama tahun 2018 sebesar Rp306,61 miliar.

Seiring dengan kenaikan laba, BNI Syariah juga mencatat kenaikan aset 12,76% yoy menjadi Rp43,92 triliun dari periode sama tahun 2018 sebesar Rp38,95 triliun. Kenaikan aset BNI Syariah lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan industri sebesar 11,53% (data SPS per Juli 2019 BUS-UUS).

Dari sisi bisnis, BNI Syariah telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp31,81 triliun, naik 18,34% yoy dari periode sama tahun 2018 sebesar Rp26,88 triliun.

Komposisi pembiayaan terbesar disumbang oleh segmen konsumer sebesar Rp15,08 triliun (47,4% dari total pembiayaan); segmen komersial sebesar Rp8,54 triliun (26,8%); segmen kecil dan menengah sebesar Rp6,22 triliun (19,6%); segmen mikro sebesar Rp1,61 triliun (5,1%); dan kartu pembiayaan sebesar Rp358 miliar (1,1%).

Selain pembiayaan, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) BNI Syariah mencapai Rp37,49 triliun, naik 11,79% yoy dari periode sama tahun 2018 sebesar Rp33,53 triliun dengan jumlah rekening sebanyak 3,33 juta. Pertumbuhan DPK BNI Syariah lebih tinggi dari pertumbuhan industri sebesar 13,28% (data SPS per Juli 2019 BUS-UUS). (art)