BPJS Ketenagakerjaan Gelar 40 Menit Mengajar Di FEB USU

BPJS Ketenagakerjaan Gelar 40 Menit Mengajar Di FEB USU

180

Medan-gnews.online|

BPJS Ketenagakerjaan Medan Kota menggelar kegiatan 40 Menit Mengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sumatera Utara (USU) dengan tema “Kenali Manfaat Program BPJS Ketenagakerjaan Sejak Dini”, Rabu (29/11).

Kegiatan 40 Menit Mengajar tersebut menghadirkan narasumber Deputi Direktur Hubungan Masyarakat & Antar Lembaga BPJS Ketenagakerjaan Pusat Irvansyah Utoh Banja dan diikuti 200 mahasiswa FEB USU. Turut hadir Dekan FEB USU Prof. Dr. Ramli, SE, MS, Kaur Komunikasi Internal Erfan Kurniawan, Deputi Umum & SDM Wilayah Sumbagut Puspita Dewi Lubis, Deputi TI Mohd. Hanafi, Wakil Dekan I FE USU Prof. Dr. Prihatini.

Irvansyah menyampaikan, kegiatan ini berkaitan dalam rangka hari jadi ke-40 BPJS Ketenagakerjaan. Kegiatan “40 Menit Mengajar” ini tidak hanya berlangsung di USU, tetapi juga berlangsung di 49 universitas di seluruh Indonesia dengan menghadirkan pembicara dari jajaran Direksi, Dewan Pengawas dan pimpinan lainnya di lingkungan BPJS Ketenagakerjaan. Dalam kesempatan itu, BPJS Ketenagakerjaan memberikan bantuan literasi sebesar Rp10 juta.

Pada kesempatan itu Irvansyah yang merupakan alumni FE USU ini mengatakan, BPJS Ketenagakerjaan merupakan salah satu program negara Jaminan Sosial Nasional yang memberikan perlindungan ketenagakerjaan seluruh pekerja di Indonesia. “Seluruh pekerja baik penerima upah, bukan penerima upah, pekerja asing, pekerja migran Indonesia bisa menjadi peserta untuk mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan,” jelasnya.

Dia menyebutkan, hingga Oktober 2017, jumlah kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Indonesia yang terdaftar sebanyak 43 juta dari total pekerja 128,06 juta orang. Dari 43 juta pekerja yang terdaftar, sebanyak 24,7 juta peserta yang aktif.

Irvansyah juga menjelaskan berbagai hal terkait jaminan sosial di Indonesia, khususnya yang dikelola oleh BPJS Ketenagakerjaan. Jaminan sosial tersebut mencakup Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Pensiun (JP).

Pemberian jaminan sosial kepada masyarakat ini sesuai dengan amanat Undang-undang Dasar 1945 Pasal 34 ayat 2 yang berbunyi Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan.

Untuk itu, BPJS Ketenagakerjaan ini tidak hanya menargetkan para pekerja formal saja, tetapi juga para pekerja informal. Untuk mencapai hal tersebut, BPJS Ketenagakerjaan aktif memberi edukasi kepada masyarakat langsung termasuk melalui kegiatan sosialisasi semacam ini.

“Dengan mengikuti BPJS Ketenagakerjaan ini, kita dapat mempersiapkan masa depan kita sejak dini. Sehingga saat tua nanti atau mengalami risiko apapun, kita tidak ketergantungan dengan orang lain,” ujarnya.

Sementara itu, Dekan FEB USU Prof. Dr. Ramli, SE, menyampaikan bahwa pihaknya sangat menyambut baik kegiatan ini sehingga seluruh mahasiswa dapat lebih memahami dan merasakan manfaat BPJS Ketenagakerjaan ini. Apalagi yang hadir memberikan pengajaran ini adalah alumni FE USU, ini sangat diharapkan guna memotivasi mahasiswa lainnya.

“Di sini kami bisa menjadi penyambung lidah untuk menyampaikan program BPJS Ketenagakerjaan kepada yang lainnya. Semoga ke depannya kerja sama FEB USU dengan BPJS Ketenagakerjaan ini dapat dikembangkan lebih luas lagi,” harapnya. (art)