Dengan Pancasila, Indonesia Rujukan Internasional

Dengan Pancasila, Indonesia Rujukan Internasional

417

gnews.online | Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Dr Runtung SH MHum diwakili Wakil Rektor (WR) II Dr dr Muhammad Fidel Ganis Siregar MKed (OG) SpOG (K) memimpin upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2017, di halaman kantor Biro Pusat Administrasi (BPA) USU, Jalan Dr Mansjur Medan.

Humas USU Bisru Hafi SSos MSi kepada wartawan di Kampus USU, Rabu (7/6) mengatakan, dalam upacara yang diikuti civitas akademika USU itu, WR II Muhammad Fidel Ganis Siregar membacakan pidato Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi).

Fidel mengatakan, Pancasila merupakan hasil dari satu kesatuan proses yang dimulai dengan rumusan Pancasila tanggal 1 Juni 1945 yang dipidatokan Ir Soekarno, Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945, dan rumusan final Pancasila tanggal 18 Agustus 1945.

“Adalah jiwa besar para founding fathers, para ulama dan pejuang kemerdekaan dari seluruh pelosok Nusantara sehingga kita bisa membangun kesepakatan bangsa yang mempersatukan kita,” kata Fidel megutip pidato Presiden Jokowi.

Ditegaskannya, upacara ini meneguhkan komitmen agar lebih mendalami, menghayati dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Harus diingat bahwa kodrat bangsa Indonesia adalah keberagaman. Takdir Tuhan untuk kita adalah keberagaman. Dari Sabang sampai Merauke adalah keberagaman. Dari Miangas sampai Rote juga keberagaman. Berbagai etnis, bahasa, adat istiadat, agama, kepercayaan dan golongan bersatu padu membentuk Indonesia. Itulah ke-bhinekaan tunggal ika-an kita,” tegas WR II USU ini.

Namun, tambahnya, kehidupan berbangsa dan bernegara kita sedang mengalami tantangan. Kebinekaan Indonesia sedang diuji. Saat ini ada pandangan dan tindakan yang mengancam kebinekaan dan keikaan Indonesia. Juga ada sikap tidak toleran yang mengusung ideologi selain Pancasila.

“Masalah ini semakin mencemaskan tatkala diperparah oleh penyalahgunaan media sosial yang banyak menggaungkan hoax alias kabar bohong,” tuturnya.

Dia kemudian mengajak semua elemen bangsa belajar dari pengalaman buruk negara lain yang dihantui oleh radikalisme, konflik sosial, terorisme dan perang saudara. Dengan Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, bangsa Indonesia bisa terhindar dari masalah tersebut.

“Kita bisa hidup rukun dan bergotong royong untuk memajukan negeri. Dengan Pancasila, Indonesia adalah harapan dan rujukan masyarakat internasional untuk membangun dunia yang damai, adil dan makmur di tengah kemajemukan,” tandas Fidel saat membacakan sambutan Presiden RI.

Dalam sambutannya, Presiden meminta untuk waspada terhadap segala bentuk pemahaman dan gerakan yang tidak sejalan dengan Pancasila. Ditegaskannya, pemerintah pasti bertindak tegas terhadap organisasi-organisasi dan gerakan-gerakan yang Anti-Pancasila, Anti-UUD 1945, Anti-NKRI, Anti-Bhineka Tunggal Ika.

“Pemerintah pasti bertindak tegas jika masih terdapat paham dan gerakan komunisme yang jelas-jelas sudah dilarang di bumi Indonesia,” tandas presiden seraya mengimbau untuk menjaga perdamaian, persatuan, dan persaudaraan.

“Mari kita saling bersikap santun, saling menghormati, saling toleran, dan saling membantu untuk kepentingan bangsa. Mari kita saling bahu-membahu, bergotong royong demi kemajuan Indonesia,” demikian pidato presiden yang dibacakan WR II USU. (dev)