Dialog AMPI Jokowi di Mata Sahabat, Luhut: Tidak Ada yang Berubah dari Jokowi

Dialog AMPI Jokowi di Mata Sahabat, Luhut: Tidak Ada yang Berubah dari Jokowi

14

gnews.online | Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan tidak ada yang berubah dari karakter Joko Widodo baik sebelum maupun sesudah jadi Presiden Republik Indonesia. Demikian dikatakan Luhut dalam acara dialog yang digelar AMPI Sumut “Jokowi di Mata Sahabat” di kantor organisasi sayap Golkar tersebut, Jumat (12/4).

“Setiap manusia punya blueprint hidupnya. Saya sudah 12 tahun mengenal Pak Jokowi. Beliau berasal dari keluarga sederhana. Dari mulai saya kenal, kemudian menjadi Walikota Solo, Gubernur DKI Jakarta sampai dengan Presiden tidak ada yang berubah dari seorang Jokowi,” kata Luhut di hadapan para milenial Medan yang hadir malam itu.

Lebih lanjut dikatakannya, bahwa saat ini Jokowi juga menjadi atasannya. “Dan sampai sekarang karakternya masih sama. Sepatu yang dia pakai juga malah masih mahalan saya. Baju putih yang dia sering pakai juga masih seperti dulu jas bahkan hingga tukang jahit,” sebutnya.

Untuk itu Luhut mengimbau kepada para milenial yang hadir, conten creator, youtuber Medan yang hadir untuk menjadi diri sendiri.

 

“Sikap itu yang menjadi digital track kalian untuk diikuti orang. Saya juga punya pengalaman waktu berbuka puasa sama beliau berdua beberapa tahun lalu. Kemudian Gibran datang, saya tawarin untuk ikut tender. Dan dia menolaknya. Mau mengembangkan bisnis kateringnya saja,” sebutnya.

Beberapa sahabat Jokowi lainnya di acara itu juga mengungkapkan hal yang sama. Jokowi merupakan sosok yang tidak mau didikte. Saat blusukan maupun kunjungan kerja Jokowi juga tidak mau diarahkan. Begitu juga dengan ibadahnya. Kunjungan sejauh apapun Jokowi tetap singgah salat.

“Intinya yang perlu kalian contoh dari Jokowi adalah kesederhaannya, mau mendengar dan berani membuat keputusan. Jokowi juga setia berteman. Dan satu lagi pesan saya, nanti kan pilpres. Walaupun nanti berbeda pilihan dengan teman, tetap berkawan. Ada yang suka teh dan ada yang suka kopi. Tinggal pilihan saja mana suka,” katanya.

Untuk kampanye terakhir, Luhut juga imbau tidak ada keributan. “Jangan seperti Thailand satu suku satu agama karena perbedaan politik ribut,” harapnya sambil meminta agar milenial Sumut tidak mudah percaya dengan berita hoaks.

Ketua AMPI Sumut, David Luther Lubis dalam sambutanya mengatakan bahwa ini sejarah bagi AMPI bisa dikunjungi Menko Kemaritiman. “Ini malam sejarah bagi kantor kami, Pak. Inilah kantor AMPI Sumut. Kami merasa beruntung bisa dikunjungi seorang pemimpin yang sukses seperti bapak,” ucap David. (DM)