Double Bobby Masuk Bursa Pilkada Medan, ADC: Menambah Khasanah Pilihan Ummat

Double Bobby Masuk Bursa Pilkada Medan, ADC: Menambah Khasanah Pilihan Ummat

71

Musthafa Syah Dana

gnews.online | Bursa calon dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Medan tahun 2020 berangsur menghangat. Figur-figur berpotensi mencuat tak hanya calon walikota melainkan juga calon wakil walikota, praktis membuat suasana perpolitikan di Tanah Deli ini makin dinamis.

Terlebih, sejumlah partai politik (parpol) juga mulai memanasi mesin politik masing-masing. Beberapa nama sudah mengambil ancang-ancang mengawali pengorganisiran dukungan, termasuk menempuh jalur parpol guna mengantongi rekomendasi.

Kalangan masyarakat diwakili aktivis dan pengamat, utamanya dari kelompok milenial, menyambut baik karena kemunculan banyak tokoh muda yang punya kapasitas dan kapabilitas untuk membuat perubahan.

“Kami sih melihat ini sebagai dinamika positif, bahwa banyak muncul sosok muda untuk bertarung dalam Pilkada kali ini. Dari kapasitas dan kapabilitasnya selama ini kita lihat cukup baik, tinggal ditunggu visi misi mereka apakah sesuai dengan yang diharapkan masyarakat,” kata founder Aktivis Dakwah Cafe (ADC), Musthafa Syah Dana, Selasa (3/3/2020).

Dana menyebut nama-nama seperti usahawan muda Bobby Nasution, politikus Gerindra Ihwan Ritonga dan Aulia Rahman, serta politikus PKS Ustadz Salman Alfarisi dan politikus PKB Hamdan Simbolon yang juga masuk dalam pengamatan mereka. Baik kapasitasnya sebagai calon walikota maupun wakil walikota.

Bahkan aktivis muda ini mengikuti juga perkembangan baru kemunculan nama lain dari internal Partai Gerindra, yakni Ketua DPC Medan Bobby O Zulkarnain.

“Ya, kemarin sempat disebut media bahwa namanya masuk radar. Bahkan disebut bisa muncul double Bobby dalam daftar calon nanti. Ini menarik, setidaknya jadi menambah khasanah pilihan ummat,” kata penceramah muda ini.

Dana justru mengatakan, bahwa sebuah partai, khususnya partai yang punya basis massa dan suara besar seperti Gerindra, harus lebih banyak memunculkan figur kader terbaiknya.

“Toh ini masih dalam tahapan memilih dan memilah, jadi munculkan saja agar bisa dinilai masyarakat hingga nanti internal partai mengerucutkannya ke satu nama,” imbuhnya.

Lebih daripada itu, Dana mengajak milenial khususnya yang aktif dalam komunitas ADC, untuk lebih mengambil peran dalam penentuan calon pemimpin daerah ini.

“Mari kita melakukan konsolidasi. Rapatkan barisan agar ummat mendapatkan pilihan terbaik bagi kemaslahatan bersama,” katanya. (koh)