Figur Publik Seharusnya Memberi Teladan yang Baik

Figur Publik Seharusnya Memberi Teladan yang Baik

27

gnews.online | Generasi milenial dikenal dengan ciri optimistik, dinamis, dan berpikir positif. Oleh karena itu, para tokoh dan figur publik semestinya ikut mendorong terpelihara dan menguatnya optimisme itu, bukan justru mengeluarkan pernyataan kontroversial, ujaran kebencian, atau menyebarkan ketakutan dan rasa curiga di antara sesama anak bangsa.

“Figur-figur publik kan seharusnya mendorong semangat kebangsaan di kalangan anak muda. Sayangnya, figur seperti Ibu Neno Warisman dan Ibu Ratna Sarumpaet malah melakukan orasi-orasi dan manuver yang kami rasa bertentangan dengan semangat itu. Mereka terlihat seperti menabur benih kecurigaan dan kebencian yang tak berdasar. Apa itu maksudnya, kalau tidak mau anak-anak jadi korban LGBT, presiden harus diganti? Itu pernyataan yang tidak nyambung!” tegas Sri Bunga Rizky, Koordinator Divisi Pemuda dan Mahasiswa Nusantara Untuk Jokowi (N4J) kepada media, kemarin di Jakarta.

Bunga yang juga merupakan Putri Indonesia 2017 dari Sumut ini mengatakan selama ini dirinya mengikuti perkembangan dan dinamika politik dan demokrasi, terutama menjelang Pilpres.

“Kita sadar bahwa kebebasan berpendapat dijamin konstitusi. Akan tetapi, itu bukan berarti semua orang bisa berbicara apa saja,” katanya.

Mahasiswi FISIP sebuah PTS di Medan ini mengungkapkan, dirinya merasa terdorong untuk menjawab isu-isu negatif serta tren pesimistis dari sebagian kecil kalangan di negeri ini, dengan cara yang lebih positif.

“Kita para anak muda dan generasi milenial, lebih membutuhkan dorongan optimisme untuk menstimulasi kreatifitas yang berbasis penyelesaian masalah, bukan dengan orasi-orasi negatif yang akan melemahkan dan membuat kita saling curiga, termasuk kepada pemerintah,” katanya.

Bunga juga menerima perbedaan pendapat, dan memahami ada kalangan yang mungkin belum puas terhadap kinerja pemerintahan Jokowi.

“Silakan mengkritik. Silakan ajukan pilihan-pilihan yang dianggap lebih baik. Tapi caranya positif. Jangan selalu digambarkan Jokowi anti agama tertentu. Itu kan tuduhan-tuduhan tak berdasar, dan bisa memancing sentimen negatif. Buktinya, sudah ada reaksi-reaksi penolakan di berbagai daerah. Itu kan bisa menimbulkan kegaduhan bahkan kericuhan,” katanya.

Pada bagian lain, Bunga yang terpilih jadi Putri Indonesia Favorit Kepulauan Sumatera 2018 ini meminta para figur publik seharusnya menyadari bahwa mereka adalah influencer, sosok-sosok yang bisa memengaruhi orang lain.

“Dengan kesadaran itu, semestinya mereka bisa mendidik kami-kami yang lebih muda, untuk bisa berdemokrasi dengan sehat, berpolitik dengan positif. Pilpres ini kan pesta demokrasi. Semestinya, pesta itu menyenangkan. Perbedaan jadi rahmat. Bukan malah jadi saling curiga, saling benci, dan bertikai dalam kegaduhan,” pungkasnya. (Dev)