FK UNPRI Gelar Webinar Deteksi Dini Covid-19

FK UNPRI Gelar Webinar Deteksi Dini Covid-19

58

MEDAN-gnews.online| Magister Kedokteran Tropis Fakultas Kedoteran (FK) Universitas Prima Indonesia (UNPRI) menggelar Seminar online berbasis web (Webinar) bertajuk Deteksi Dini & Penatalaksanaan Covid-19.

Seminar yang dibuka Rektor UNPRI Dr. Chrismis Novalinda, M.Kes menghadirkan dua pakar sebagai narasumber utama yang sudah berpengalaman dalam bidangnya, yakni Ketua Bagian Penyakit Dalam RS Haji Medan dr Armon Rahimi SpPD. KPTI dan Ketua Komite PPI RS Haji Medan dr. Sadarita Sitepu, Sp.P yang juga Dokter Spesialis Paru RSU Royal Prima Medan.

Webinar tersebut dihadiri Dekan FK UNPRI dr. Linda Chiuman MKM. Wakil Rektor (WR) II UNPRI Dr. Ermi Girsang.,SKM.,M.Kes, AIFO dan WR IV UNPRI dr. Ali Napiah Nasution MKT MKM, dan ketua panitia dr Sri Lestari Ramadhani Nasution.,M.K.M.

Ketua Bagian Penyakit Dalam RS Haji Medan dr Armon Rahimi SpPD. KPT dalam paparannya mengatakan, bahwa gejala Virus Corona (Covid-19) menyerupai gejala flu seperti demam, pilek, batuk kering, sakit tenggorokan dan sakit kepala.

Setelah itu katanya, gejala dapat bertambah berat atau sembuh dengan sendirinya. Penderita dengan gejala berat bisa mengalami demam tinggi dan batuk berdahak bahkan berdarah, disertai dengan sesak nafas dan nyeri dada.

Menurutnya, gejala tersebut muncul ketika tubuh bereaksi melawan Virus Corona. “Sebagai perhatian, diharapkan bahwa masyarakat yang pernah memiliki kontak langsung dangan pasien dalam pengawasan (PDP) dan memiliki gejala tersebut untuk langsung mengkarantina diri, dan melapor kepada petugas medis setempat demi penanganan lebih lanjut,” kata dr Armon.

Sementara itu, Ketua Komite PPI RS Haji Medan dr. Sadarita Sitepu, Sp.P menegaskan, belum ada vaksin spesifik untuk Covid-19. Rapid Test yang merupakan cara untuk menekan angka penularan Covid-19 juga masih tidak terlalu efektif dalam fungsinya.

Dikatakan dr Sadarita, dalam fungsinya, Rapid Test merupakan cara untuk melakukan tracking dari penyebaran Covid-19. Polymerase Chain Reaction (PCR) merupakan teknik yang lebih akurat dalam mendeteksi Covid-19.

Pada penggunaan PCR, katanya, material genetika yang baca adalah RNA dan disamakan dengan model Covid-19 sehingga memiliki tingkat akurasi yang sangat tinggi. Tetapi, durasi waktu yang lama serta biaya yang terlampau tinggi membuat PCR sulit untuk diterapkan pada masyarakat umum.

Diharapkan masyarakat untuk tidak mudah percaya pada pihak yang mengatakan bahwa ada vaksin untuk Covid-19 selain dari pemerintah Republik Indonesia.

Diharapkan juga, masyarakat tidak memberi stigma negatif kepada Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan tetap mendukung serta mengikuti instruksi pemerintah untuk selalu berada di rumah dan menjaga kerbersihan diri masing-masing.

Rektor UNPRI Dr. Chrismis Novalinda mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk konsisten dalam melaksanakan webinar sebagai sarana pemberi informasi dan update berita kepada institusi, tenaga medis, mahasiswa/i dan terutama kepada masyarakat umum.

“Webinar dari UNPRI akan terus dilakukan dengan topik manarik untuk menambah pengetahuan bersama-sama dengan narasumber yang berpengalaman,” kata rektor.

Hal senada juga disampaikan Dekan FK UNPRI dr. Linda Chiuman, M.KM, AIFO-K agar segenap civitas akademika UNPRI untuk tetap semangat dan produktif walaupun bekerja dengan metode Work From Home (WFH) dan tetap memanfaatkan teknologi dalam setiap kegiatan pembelajaran, ataupun diskusi yang dilakukan secara online.

Diskusi online dalam Webinar berlangsung dengan interaktif dimana antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang ditanyakan kepada narasumber. Kemudian, acara diakhiri dengan kesimpulan oleh moderator serta ditutup kembali oleh MC.

Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn mengatakan, pihaknya sangat mendukung seminar online berbasis web (Webinar) yang digelar Magister Kedokteran Tropis, FK UNPRI.

Menurut Tommy, webinar ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa, selain bermanfaat bagi kalangan akademisi, Webinar juga dapat memberikan manfaat di dunia bisnis.

Karena itu, nantinya UNPRI akan terus mengundang pakar-pakar yang ahli di bidangnya, untuk mengisi seminar melalui metode perkuliahan jarak jauh, dan nantinya dapat diakses oleh mahasiswa melalui webinar. (dev)