FK USU Gelar Temu Ilmiah Nasional

FK USU Gelar Temu Ilmiah Nasional

146

gnews.online | Selama dua hari, Kamis (23/11) dan Jumat(24/11) Fakultas Kedokteran ( FK) Universitas Sumatera Utara (USU) melalui Program Magister Ilmu Biomedik menyelenggarakan Temu Ilmiah Nasional (Temilnas) bertemakan Ilmu Biomedik untuk Lingkungan dan Penyakit Manusia.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama FK USU dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara,” ujar Ketua Program Studi Magister Ilmu Biomedik FK USU Dr. med. dr. Yahwardiah Siregar (foto) kepada wartawan, Rabu(22/11).

dr Yahwardiah Siregar mengatakan, kegiatan ini juga didukung Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.
Disebutkan dr Yahwardiah, Program Magister Ilmu Biomedik merupakan satu program studi di lingkungan FK USU, yang berorientasi pada interaksi manusia dengan lingkungan dan dunia industri.
dr Yahwardiah mengatakan,  Temilnas ini merupakan wadah bagi berhimpunnya dosen, peneliti, alumni, dan mahasiswa biomedik dari seluruh Indonesia.

“Temilnas memaparkan beragam penelitian dan perkembangan terkini dalam lingkup biologi kedokteran. Aspek yang dibahas juga cukup mendalam, mulai dari aspek biologi molekuler hingga terapi kedokteran mutakhir untuk penyakit yang sulit disembuhkan,” ucapnya.

Dalam rangkaian kegiatan Temilnas dilakukan berbagai kegiatan. Bekerja sama dengan banyak pihak dan universitas, Prodi Magister Ilmu Biomedik FK USU mengadakan ceramah umum dari pakar ITB.

Di samping itu, untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dan peneliti di FK USU, kata dr Yahwardiah, pelatihan biologi molekuler berupa teknik real-time PCR juga dilaksanakan.

Kegiatan forum diskusi saintis ini, katanya, untuk membangkitkan budaya ilmiah unggul di Indonesia turut diadakan dengan kerja sama Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia. Selain itu,  kunjungan ke kampung iklim diselenggarakan untuk meluaskan wawasan para peserta Temilnas dengan aspek lingkungan, sekaligus menunjukkan keunggulan Sumatera Utara dalam kepedulian pelestarian lingkungan.

Menurut dr Yahwardiah, modifikasi lingkungan, transportasi, dan perubahan suhu dunia telah memengaruhi perilaku manusia dalam interaksi manusia dan lingkungan dan turut serta mengubah genetika dan  perilaku agen penyakit.

Penyesuaian prilaku keduanya terhadap keadaan baru, sering bermuara pada ketidakseimbangan baru yang dapat merugikan manusia dan lingkungan.

“Saat ini, kita menjadi saksi bahwa telah ditemukan penyakit-penyakit yang sebelumnya tidak pernah dilaporkan terjadi di satu negeri. Dan, kita juga turut melihat pertambahan populasi agen penyakit yang dahulu tidak begitu banyak jumlahnya. Sebagai contoh, dahulu kita jarang menemukan nyamuk demam berdarah. Namun kini, ceritanya telah berbeda. Sebagai tanggapan terhadap isu lingkungan dan kesehatan yang berdampak kepada manusia, FK USU melalui Program Magister Ilmu Biomedik menyelenggarakan Temu Ilmiah Nasional,” paparnya. (dev)