FKIP Unpri Siap Sambut Revolusi Industri 4.0

FKIP Unpri Siap Sambut Revolusi Industri 4.0

44

gnews.online | Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat memicu pemunculan era revolusi industri. Hal ini tentu menjadi tantangan lembaga pendidikan selaku tempat menempa mahasiswa selaku agen perubahan di masa depan.Demikian diungkapkan Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan universitas Prima Indonesia (FKIP UNPRI) Dian Syahfitri SS MHum, Sabtu(26/1).

Menyikapi permasalahan tersebut, kata Dian, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP UNPRI  mengadakan kegiatan seminar bertajuk “Pengembangan Pembelajaran, Bahasa, Sastra, dan Budaya pada Era Revolusi 4.0.”

Acara tersebut dihadiri Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn, Rektor UNPRI  Dr Chrismis Novalinda Ginting MKes, Wakil Rektor (WR) I Seno Aji MEng Prac, WR III Said Rizal SHI MA, Dekan FKIP UNPRI  Dian Syahfitri SS MHum, Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Sri Dinanta Ginting  MPd dan Sekretaris Rektor UNPRI Christin  Agustina MHum dan Dekan FTIK UNPRI Abdi DharmaS.Kom,

Kegiatan yang dilaksanakan di Mutiara Suara Naviri Convention Hall tersebut, kata Diaan lagi, diharapkan dapat mendorong pola-pola pendidikan yang sejalan, dan bahkan mendukung prinsip-prinsip ideal keragaman budaya itu sendiri demi menjamin kebersamaan dan kerukunan sosial bangsa Indonesia.

Acara ini menghadirkan tiga pembicara utama, yakni Prof. Dr. Sarwiji Suwandi, M.Pd (Guru besar Universitas Sebelas Maret), nurhadi Nainggolan S.Psi (Praktisi NLP dan hypnotherapy) serta Beni Arnas (Sastrawan Nasional). Selain ketiga pembicara utama, Hasan Al-Banna (sastrawan nasional) juga dihadirkan untuk menjadi moderator.

Prof. Dr. Sarwiji Suwandi, M.Pd selaku pembicara utama membahas mengenai budaya saat ini yang sangat tergantung dengan media sosial  seperti handphone, sehingga media tersebut dapat difungsikan sebagai sarana pengembangan pembelajaran bahasa, sastra dan budaya.

Sedangkan, Nur Hadi Nainggolan, S.Psi selaku pembicara ke dua membahas tentang hypnotherapy erat kaitannya dengan olah pikir agar siap menyambut era revolusi industri 4.0. Sedangkan pembicara ketiga Beny Arnas, membahas mengenai sastra yang ada pada saat ini ditinjau dari sisi praktis.

Lewat kegiatan ini FKIP UNPRI terutama Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan seluruh peserta yang hadir diharapkan siap menyambut revolusi industri 4.0 dengan kecakapan intelektual dan keahlian berbasis teknologi agar produktivitas kerja semakin termaksimalkan.

Sementara itu, ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Sri Dinanta Ginting, S.Pd., M.Pd juga menekankan bahwa bahasa, sastra dan budaya mesti menjadi salah satu motor penggerak kemajuan revolusi industri untuk memajukan bangsa Indonesia.

Ditempat terpisah, Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn menambahkan, pihaknya bangga dengan upaya yang dilaksanakan FKIP UNPRI yang cepat tanggap menghadapi perkembangan saat ini. 

Tommy mengatakan, FKIP UNPRI harus lebih dapat meningkatkan fungsi dan  perannya di dalam menghasilkan calon guru yang bermutu dan profesional, sehingga terlahir guru-guru yang memiliki kompetensi dari semua aspek, kepribadian, sosial dan profesional sebagaimana yang dipersyaratkan oleh UU. (DM)