FKM  UNPRI Undang Pakar dari Kemenkes, Diskusi Online Bahas Pencegahan Covid-19

FKM  UNPRI Undang Pakar dari Kemenkes, Diskusi Online Bahas Pencegahan Covid-19

150

gnews.online | Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Prima Indonesia (UNPRI) mengundang dua pakar kesehatan, masing-masing  dr. Riskiyana Sukandhi Putra, M.Kes Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan dan Dr. Lita Sri Andayani, SKM., M.Kes Dosen dan Peneliti di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (USU) dan Ketua PPPKMI Pengurus Daerah Sumatera Utara sebagai narasumber pada diskusi online kemarin.

Webinar yang banyak menarik minat tersebut membahas soal Komunikasi Resiko & Positive Thinking Dalam Mencegah Covid-19.

Diskusi online tersebut dipandu oleh Frans Judea Samosir, S.Psi,MPH (Moderator I) dan Frans Yosep Sitepu, SKM., MPH (Moderator II).

Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan DirektoratJenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan   dr.Riskiyana Sukandhi Putra, M.Kes menyatakan bahwa terdapat strategi komunikasi perubahan perilaku dengan tiga poin utamayang harus diperhatikan selama pandemi ini.

Pertama, Struktur yang dibangun dengan tepat agar pesan yangdisampaikan dapat tercapai, dan sampai kepada pengguna. Kedua, Adopsi perilaku harus ditanamkan kepada seluruh masyarakat umum. Ketiga, isi pesan yang disampaikan harus jelas agar mudah dicerna masyarakat.

Pola perilaku  antara masyarakat memiliki perbedaan tersendiri, sebagai tenaga medis dan penyuluh kesehatan harus terusmemperhatikan perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat umum, agar tidak menambah jumlah angka Covid-19 di daerah.

Sedangkan narasumber kedua, Dr. Lita Sri Andayani, SKM.,M.Kes menjelaskan bahwa selama pandemi Covid-19  diharapkan masyarakat umum harus terus berfikir positif dan mengikuti instruksi serta protocol dari pemerintah.

“Masyarakat juga harus memilah (filter) informasi yang akan dibagikan (share) pada media social masing-masing dengan memperhatikan validitas dan sumber dari informasi yang akandibagikan,” katanya.

Diharapkan, seluruh masyarakat juga membagikan informasiyang berasal dari instansi pemerintahan dan memberi teguran jika ada informasi yang salah di media social masyarakat lain terutamainformasi terkait dengan Covid- 19.

Kedua pakar tersebut sepakat untuk menjelaskan pembagian komponen dalam berfikir positif.

Rektor UNPRI Dr. Chrismis Novalinda Ginting M.Kes mengatakan,  pihaknya tetap berkomitmen untuk selalu konsisten dalam melaksanakan Webinar sebagai sarana pemberi informasi dan update berita kepada institusi, tenaga medis, dan maayarakat umum.

“Kegiatan seperti ini harus tetap berlangsung secara rutin, dengan tema yang up to date serta menjawab pertanyaan-pertanyaan di publik,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat UNPRI Santy Deasy Siregar SKM M Kes bahwa FKM UNPRI menyadari pentingnya penyampaian informasi kepada publik selama pandemi ini dalam menyampaikan berita atau informasi secara akurat dan terbaru selama pandemi ini.

Menurut Santy, saat ini Webinar media yang  sangat tepat dalam menyampaikan berita atau informasi secara akurat kepada publik.

Dengan webinar ini dia berharap, mampu memberi informasibaru, valid kepada keluarga dan masyarakat umum.

“Webinar ini juga merupakan aksi lanjutan dari pembagianmasker gratis yang dilaksanakan oleh civitas akademika FKMUNPRI kepada masyarakat umum di Jl. Sekip dan Jl. Ayahanda kota Medan,” katanya.

Sementara itu di tempat terpisah Pendiri UNPRI Dr dr I Nyoman Ehrich Lister MKes AIFM kepada wartawan, Jumat(12/6) mengatakan mendukung kegiatan webinar yang dilaksanakan FKM UNPRI yang menyoal tentang Komunikasi Resiko & PositiveThinking Dalam Mencegah Covid-19.

Menurut dr Nyoman, komunikasi adalah bagian terpenting dalam menghadapi ancaman pandemi dan kepercayaan publik perlu dibangun serta dijaga agar tidak terjadi kepanikan dalam masyarakat, sehingga  penanganan dapat berjalan dengan lancar.

“Komunikasi merupakan salah satu kunci penting dalam percepatan penanganan covid 19,” kata dr Nyoman.

Dengan kondisi sekarang ini, kata dr Nyoman, sangat penting bagi masyarakat untuk mendukung setiap langkah yang di ambil oleh pemerintah. (Dev)