Gelar Webinar Entrepreneur Terbanyak di Masa Covid-19, Jonson Lim Raih MURI

Gelar Webinar Entrepreneur Terbanyak di Masa Covid-19, Jonson Lim Raih MURI

42

gnews.online | Di masa pandemi Covid-19, pilihan menunggu dan melihat (wait and see) yang dilakukan pelaku usaha bukanlah pilihan terbaik. Termasuk memilih untuk sekedar bertahan, sebab hal tersebut hanya langkah penundaan kebangkrutan.

“Jadi apa yang harus dilakukan, bukan wait see, bukan juga surviving. Kita harus win, pro aktif, lakukan hal positif. Kita harus coba segala cara agar bisa kembali bangkit,fokus peluang, kejar peluang, mencari peluang. Kemudian bekerja sama, berkolaborasi agar bisa bangkit dari masa sulit,” ujar Jonson Lim, salah satu motivator terinovatif di Indonesia, Minggu (13/9) usai mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Jonson Lim, mendapat penghargaan dari Ketua Umum Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), Prof.Dr.h.c.KP Jaya Suprana, setelah sukses menginisiasi acara virtual dan webinar entrepreneur terbanyak di masa pandemi Covid-19 selama April-Agustus.

Webinar dan acara virtual tersebut digelar secara maraton dengan menghadirkan 70 entrepreneur kompeten dengan berbagai topik seperti motivasi, marketing, branding, public speaking, bisnis franchise, selling, hukum,ekonomi ,media online, bisnis kuliner, digital marketing dan bisnis properti.

Acara itu bertujuan memberikan solusi bagi masyarakat khususnya pelaku usaha, menyikapi kebijakan pemerintah di masa work from home (WFH), PSBB. Sebab, aktivitas tidak bisa berjalan normal, karena semua dilakukan dari rumah. Akibat kondisi tersebut tidak sedikit bisnis yang kehilangan omset, bahkan ada juga yang kesulitan untuk bertahan.

Dengan latarbelakang Jonson Lim sebagai enterpreneur, motivator, pelatih, coach, trainer, terinspirasi untuk turut berkontribusi bagi masyarakat.

“Saya berpikir bagaimana berkontribusi untuk masyarakat Indonesia. Sebab saya menemukan banyak perusahaan yang berkontribusi bagi masyarakat yang terkena dampak Covid-19 melakukan pembelian masker, sembako, insentif untuk karyawannya,” ujarnya.

Ditengah situasi ini ekonomi yang menurun dan memasuki masa krisis dan resesi, semua pihak berpikir apa yang bisa dilakukan, untuk menghadapi musim Covid-19.

“Dengan background perusahaan yang dirintis selam 15 tahun, di JLIM Group kita memiliki perusahaan Even Organizer yang terdampak Covid-19. Tidak bisa melakukan kegiatan seperti biasa, di hotel, tempat keramaian dan saya juga properti developer dimana penjualan lesu sekali, sehingga saya membangun perusahaan house of creators, tempat berkumpulnya pengusaha, praktisi, motivator sukses di Indonesia,” ujarnya.

Langkah tersebut dilakukan untuk mencoba bangkit dengan segala cara yang bisa dilakukan dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Karena kalau kita berhenti, tidak akan bisa bangkit dan menang di masa-masa sulit ini. Prinsip saya, test everything, kita mencoba segala cara apapun supaya bisa bangkit. Saya mencoba membantu beberapa perusahaan mengadakan beberapa webinar,” ujarnya, dan
akhirnya beberapa perusahaan yang dibantu bisa tumbuh dan omsetnya naik, seperti perusahaan dari Jakarta, Pelembang dan Surabaya.

Jonson Lim menyebutkan sebenarnya formasi yang dilakukan harus menyerang disaat memasuki resesi adalah mencetak goal.

“Sebenarnya pada saat resesi kita harus menyerang, lebih agresif, mengejar impian dan target-target. Karena disaat krisis itu ada peluang. Jika tidak ada strategi dan inovasi, kita akan kalah,” pungkasnya. (dev)