Gerindra Medan: Jangan Bayar Rekanan Proyek Asal Jadi

Gerindra Medan: Jangan Bayar Rekanan Proyek Asal Jadi

23

gnews.online | Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kota Medan menyoroti sejumlah proyek pembangunan infrastruktur berupa drainase (parit) dan trotoar di sejumlah wilayah Kota Medan, yang terkesan asal jadi dan diduga tidak sesuai spesifikasi, sehingga merugikan masyarakat dan pemerintah kota.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Medan Bobby O Zulkarnain menyoroti persoalan ini, dan menyayangkan kondisi proyek pembangunan yang terkesan ‘kerjar tayang’ tersebut. Seperti yang dilihatnya di seputar kawasan Jalan Balam, Kelurahan Sei Sikambing B, Kecamatan Medan Sunggal.

“Di Jalan Balam misalnya, jika dilihat sepintas memang proyek pembangunan parit sudah selesai, tapi jika dicermati di dalamnya tidak bersih. Bekas beton lama masih tertinggal sehingga jalannya air tidak lancar. Apalagi sekarang ini intensitas hujan sangat tinggi,” kata Bobby kepada wartawan di Medan, Senin (25/12).

Dia juga melihat banyaknya bekas tanah galian yang dibiarkan begitu saja, tidak segera diangkut setelah pekerjaan selesai. Ini menyebabkan lumpur yang merembes mengotori jalan, serta timbunan tanah di pinggir jalan itu mengganggu arus lalulintas.

Dikatakannya, tidak tertutup kemungkinan proyek di tempat lain kondisinya juga seperti itu, terutama proyek yang dikerjakan di penghujung tahun menjelang tutup anggaran.

“Kalau demikian, sangat disayangkan niat baik Walikota Medan HT Dzulmi Eldin untuk memperbaiki kondisi infrastruktur Kota Medan, tidak didukung kinerja orang-orang di bawahnya atau rekanan yang mengerjakan proyek tersebut, sehingga kesannya jadi merugikan masyarakat dan pemerintah,” ketus Bobby.

“Tentunya, walikota jika melihat kondisi ini langsung di lapangan, pasti akan kecewa. Kondisi ini harus disikapi jajaran di bawahnya terutama Dinas Pekerjaan Umum yang bertanggungjawab atas kegiatan-kegiatan pembangunan sarana tersebut,” sambungnya.

Untuk itu, Bobby meminta jajaran Dinas Pekerjaan Umum mendukung program walikota tersebut demi kemajuan pembangunan Kota Medan.

“Bila perlu mereka tidak usah membayar rekanan yang mengerjakan proyek asal jadi tersebut, minimal dengan mendesak rekanan untuk memperbaiki atau membereskan hasil kerjaaanya. Ini sebagai bahan pembelajaran agar tidak terulang di kemudian hari,” tegasnya.

Diakui Bobby, karena kondisi administrasi di pemerintahan, memang banyak proyek yang baru bisa dikerjakan menjelang tutup tahun. Sehingga pelaksanaannya terburu-buru menghindari tutup anggaran.

“Tapi itu kembali lagi kepada rekanan pelaksana. Kalau tidak sanggup, seharusnya ya tidak usah dikerjakan, daripada akhirnya merugikan,” tegas Bobby lagi.

Kembali dia mengatakan, sebagai warga Kota Medan, secara pribadi dia mengucapkan terima kasih terhadap respon cepat Walikota Medan HT Dzulmi Eldin menyikapi keluhan masyarakat terhadap kondisi pembangunan, khususnya infrastruktur di Kota Medan.

“Karena itu, untuk mendukung visi Medan Rumah Kita, maka semua elemen harus bekerja sama, bukan cuma jajaran pimpinan daerah, tapi juga pejabat instansi, pengusaha dan seluruh masyarakat harus punya kesadaran yang sama untuk mewujudkan kinerja pemerintahan yang baik dan hasil yang sesuai harapan,” pungkas Bobby. (koh)

SIMILAR ARTICLES