Gubsu Heran, Pulau Masa Punya Bandara Tapi Tak Miliki Jalan Penghubung

Gubsu Heran, Pulau Masa Punya Bandara Tapi Tak Miliki Jalan Penghubung

765

gnews.online |

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Ir H Tengku Erry Nuradi MSi mengaku heran dengan keberadaan Pulau Masa yang ada di Nias Selatan. Erry mengatakan, Pulau Masa memiliki keunikan tersendiri, tidak hanya di Indonesia bahkan di dunia.

Betapa tidak, sebuah pulau yang dilengkapi sarana bandara yaitu Bandara Lasondre, tetapi tidak memiliki jalan penghubung antara satu desa dengan belasan desa lain yang ada di pulau tersebut.

Hal itu dikatan Erry Nuradi dalam perjalanannya bersama Tim Safari Ramadhan Pemprov Sumut dari Bandara Binaka di Gunung Sitoli menuju ke Bandara Lasondre di Pulau Massa yang merupakan bagian dari Kecamatan Pulau-Pulau Batu, gugusan 101 pulau di Kabupaten Nisel.

“Jalan yang ada di Pulau Masa hanya lintasan pesawat dan jalan dari bandara menuju dermaga Pulau Masa yang berjarak sekitar 500 meter saja. Jalan yang menghubungkan satu desa dengan desa lain tidak ada. Masyarakat terbiasa menggunakan jalur laut dengan mengelilingi pulau,” ujar Erry.

Pada kesempatan itu, Erry didampingi Kepala Adminsitrasi Bandara (Adban) Bandara Lasondre, Khairul, menyempatkan diri melakukan peninjauan sejumlah fasilitas yang dimiliki bandara, mulai ruang VIP sederhana yang hanya menyediakan kursi peron dan belum dilengkapi alat detektor logam untuk sterilisasi penumpang, baik yang datang maupun yang akan berangkat.

“Alhamdulillah, Bandara Lasondre saat ini sedang dalam proses pengembangan. Runway yang selama ini panjangnya hanya 1.400 meter, sedang dikerjakan menjadi 1.650 meter. Demikian juga lebar runway juga diperbesar,” sebut Erry.

Dengan adanya pengembangan Bandara Lasondre di Pulau Masa, Erry berharap dapat didarati pesawat jenis ATR. “Potensi wisata kawasan ini luar biasa bagi wisatawan mancanegara, terutama penggemar selancar dan wisata bawah air,” ujar Erry.

Sementara Kepala Adban Lasondre, Khairul mengatakan, Bandara Lasondre telah digunakan sejak tahun 1997 lalu dan kini telah melayani penerbangan 8 kali dalam seminggu. “Senin ada 3 kali penerbangan Susi Air. Rabu juga 3 kali penerbangan Susi Air dan Jumat 2 kali penerbangan. Melayani rute Gunung Sitoli-Sibolga dan Padang,” jelas Khairul.

Sementara Bupati Nisel Hilarius Duha mengatakan, dalam sejarah kunjungan kerja Gubernur Sumut, Pulau Tello terakhir kali dikunjungi mantan Gubernur Sumut Almarhum T Rizal Nurdin sekitar 12 tahun lalu.

“Kami sangat terkesan, karena Pak Gubernur Tengku Erry Nuradi mau bersilaturahmi dengan masyarakat di Pulau Tello. Jadi, Pak Erry menjadi Gubernur Sumut kedua yang pernah menginjakkan kaki ke kecamatan Pulau-Pulau Batu dan Pulau Tello, setelah almarhum Pak Rizal Nurdin 12 tahun lalu,” kenang Hilarius.

Hilarius juga berharap, Pemprov Sumut memberikan perhatian serius dalam pengembangan sejumlah kawasan di Kabupaten Nisel, demi mendorong pemerataan pembangunan di Sumut.

“Kami tentu akan menyelaraskan program pembangunan di tingkat provinsi dengan di Kabupaten Nias Selatan agar lebih sinergis,” tutup Hilarius. (ayb)