Hadirkan Kue Kering Saat Lebaran‬

Hadirkan Kue Kering Saat Lebaran‬

385

gnews.online |

Kue kering, seakan menjadi menu wajib yang dipenuhi saat lebaran. Bagaimana tidak, hampir di setiap rumah umat muslim yang merayakan Idul Fitri, selalu menyediakan kue di meja tamunya.

Tidak heran, peluang ini ditangkap banyak orang.  Ramadhan, memang membawa berkah bagi setiap orang untuk meraup rezeki, tidak hanya kue kering saja. Namun berbagai kebutuhan lebaran lainnya.

Khusus kue kering, biasanya permintaan mengalami peningkatan. Namun tantangannya juga tidak mudah, karena di moment seperti ini biasanya pesaing tidak sedikit. Sehingga dituntut kreativitas dan inovasi, dalam memenangkan hati konsumen.

Misalnya saja, Lisa Farah Pane, owner  Chamil Cake Boutique, Lisa Farah Pane.‬ Dalam membuat aneka kue kering, memiliki tips tersendiri. Mulai dari persoalan baku yang menjadi perhatian utamanya. Disamping, inovasi dan kreasi yang tidak boleh diabaikan. Karena itu yang akan memberikan keunggulan dibandingkan produk serupa yang ada dipasaran.

‪“Kalau saya kuncinya jangan main-main dengan bahan baku. Gunakanlah kualitas terbaik sehingga produk yang dihasilkan juga baik. Jangan pernah membohongi konsumen baik di rasa, hingga timbangannya. Selebihnya adalah inovasi,” kata Lisa pemilik out di Jalan Sei Belutu Medan ini.

‪Lanjut Lisa, poin-poin itulah yang juga harus diperhatikan oleh para pengusaha kuliner atau pedagang musiman saat Ramadhan. “Jangan sampai kita berbohong, karena bila konsumen kita puas, dia akan menjadi penyambung lidah dan mengajak teman atau rekannya untuk beli kue dengan kita,”ujarnya.

Selanjutnya, inovasi atau menciptakan jenis kue yang lebih baru dan enak. ‪Lisa sendiri, kali ini membuat lima varian baru diantaranya cheese nuggets cookies, oreo cookies, almond choc slice, red velvet cookies dan nuttela almond drop.

Kelimanya merupakan kue terbaru hasil kreasi Lisa bersama dengan beberapa karyawannya. Bahan-bahan yang digunakan Lisa bahkan banyak yang impor.‬

“Saya gunakan keju itu impor, coklat halal colatta, dan saya juga menggunakan blueband kaleng bukan curah serta bahan-bahan lainnya yang aman. Satu lagi, saya jual kue per kotak bukan berdasarkan berat karena masing-masing kue berbeda-beda beratnya. Susunannya juga rapat,”ujarnya.

Dengan begitu, saat dikirim sampai ke luar kota, isinya tidak akan pecah atau bertaburan. Saat ini sambung Lisa, orderan di Chamil Cake untuk lebaran juga mulai berdatangan.

“Pesanan sudah ada, tapi kita tetap produksi untuk stok. Kue buatan kami tahan sampai 6 bulan, saya juga sudah menggunakan mesin pengaduk dan open yang modern, sehingga adonannya dijamin rata,” ujarnya.

Aneka kue ini, dijual perkotaknya mulai dari Rp110 hingga Rp135 ribu.‬ Disisi lain, Ekonom Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan menjadi pedagang musiman, khususnya kue lebaran saat ramadhan memang berpeluang, mengingat kue lebaran adalah salah satu hidangan wajib saat lebaran untuk menyambut keluarga atau saudara yang datang.‬

‪”Walaupun bisnisnya hanya berlangsung pendek, namun jika dimanfaatkan secara optimal bukan tidak mungkin bisnis selama sebulan tersebut bisa membiayai kebutuhan hidup dalam beberapa bulan kedepan,” ujarnya. (dia)