IHSG Berhasil Rebound Di Atas Level 6.000

IHSG Berhasil Rebound Di Atas Level 6.000

143

Medan – gnews.online |

Indeks Harga saham gabungan berhasil Rebound pada perdagangan hari ini  (Rabu, 1/8)setelah sebelumnya mengalami kejatuhan yang  cukup dalam. Perdaganagn hari ini mampu membalikkan IHSG untuk berada di atas level 6.000.

Analis ekonomi Lautan Dhana Sekuritas di Medan, Gunawan Benjamin menyebutka, perdagangan hari ini detailnya menguat 1.63% atau naik 96 Poin di level 6.033. Level tertinggi berada di level 6.034 dan level terendah berada di level 5.945.

“Mayoritas saham yang tergabung dalam grup JII juga menguat dimana saham SMGR dan INTP menjadi pemberat utama saham JII dan IHSG. SMGR menguat sebesar 13% dan saham INTP menguat sebesar 5%,” ungkapnya, Rabu (1/8) sore.

Gunawan menyebutkan, dengan kembalinya IHSG di level 6.000-an, pergerakan IHSG kembali menguji level psikologisnya, apakah IHSG mampu bertahan dan mencetak rekor tertingginya kembali atau sebaliknya.

“Pada perdagangan kemarin aksi profit taking menghambat pergerakan IHSG. Hari ini IHSG kembali menguat didukung oleh laporan kinerja emiten pada kuartal kedua,” ujarnya.

Tak hanya itu, laporan inflasi bulan Juli 2018 yang masih terjaga yakni sebesar 0,28% juga turut mendongkrak penguatan IHSG hari ini. Dari luar negeri, negosiasi China dengan AS terkait tariff impor dan perang dagang juga disambut baik oleh investor. Pertemuan ini diyakini memberikan hasil yang positif.  Karena tak ada yang dapat diuntungkan apabila perang dagang ini terus terjadi.

Di sisi lain menjelang Asian Games yang akan dilakukan di Jakarta-Palembang pada 18 Agustus 2018, sedikit banyaknya juga turut memberikan pengaruh perekonomian Indonesia. Diharapkan pemerintah dan emiten dapat diuntungkan dalam penyelenggaraan kegiatan ini. “Kita sama-sama berharap kegiatan tersebut berjalan lancar serta dapat memberikan citra yang baik bagi mancanegara,” harapnya.

Di samping itu, nilai tukar Rupiah kembali melemah terhadap dolar AS setelah sebelumnya menguat. Rupiah tercatat berada di kisaran Rp.14.433 perdolar AS. Saat ini dolar AS bergerak mix terhadap sejumlah mata uang utama negara lainnya.

Menurutnya, pengurangan stimulus moneter Eropa diyakini dapat menekan pergerakan dolar AS, namun renvana The Fed yang memungkinkan akan menaikkan suku bunga acuannya 2 kali lagi pada tahun ini memberikan kekuatan bagi dolar AS untuk tetap bertahan dalam pengutannya. (art)