Ikan Panggang Pacak Ada di Ramadhan Fair

Ikan Panggang Pacak Ada di Ramadhan Fair

422

gnews.online | Mendengar namanya, mungkin bertanya-tanya, ini jenis ini ikan apa ya? Namanya kok aneh, belum pernah dengar. Mungkin ada yang berpikir kalau ini adalah jenis ikan, tapi jangan salah karena ini bukan nama ikan tapi cara tradisional memasak ikan khas Tapanuli Tengah – Sibolga.

Pacak, dalam bahasa Sibolga atau pesisir artinya menepuk-nepuk secara lembut. Begitulah panggang pacak, dibuat dengan cara menepuk-nepuk ikan secara lembut dengan batang serai yang dicelupkan ke dalam bumbu.

Ya, ikan panggang pacak  atau ikan bakar tepuk adalah ikan yang diberi bumbu dan didibakar layaknya ikan bakar. Tapi hal yang membedakannya dengan ikan bakar umumnya adalah, ikannya diberi bumbu yang telah diracik dan ditaburkan ke ikan saat dibakar, dengan cara menepukkan bumbu ke ikan menggunakan batang serai tadi.

Aroma ikan panggang pacak ini saat dibakar sangat harum, membuat hidung ingin mengikuti harumnya dan ingin mengetahui dari mana asalnya.

Konon, ikan panggang pacak adalah salah satu makanan yang sangat populer di kalangan warga Tapanuli Tengah dan Sibolga. Salah satu makanan khas daerah sana juga.

Tapi bagi warga Medan yang asal sana, atau asal daerah lain namun kepingin menyicipi makanan khas daerah pesisir barat Sumatera Utara ini, tak usah berpikir harus jauh-jauh ke Sibolga untuk merasakan sensasi nikmat makan panggang pacak. Karena di beberapa rumah makan khas Sibolga juga menyediakan menu ini.

Dan khususnya di bulan Ramadhan tahun ini, panggang pacak juga tersedia di Ramadhan Fair, tepatnya di stand Karang Taruna Kota Medan.

Dwi Priyanti Panjaitan, adalah pelaku usaha yang menyediakan panggang pacak di stand tersebut. Dwi yang kedua orangtuanya asli Sibolga, mengatakan masyarakat Sibolgalah yang pertama kali menemukan racikan makanan ini. Hampir semua rumah makan di daerah itu menyuguhkan masakah yang serba pedas tersebut.

Ikan panggang pacak memiliki aroma yang melekat di hidung, dari serai menyeruak. “Ya, kalau mencium wanginya saja, akan menggoda selera untuk menyantapnya,” ujar Dwi sambil senyum.

Biasanya, jenis ikan yang digunakan adalah ikan gembung, kakap, gabus , mas atau senangin. Tapi khusus untuk kali ini, Dwi menggunakan ikan gembung.

“Cara memasaknya gampang-gampang susah, yang penting harus sabar dan telaten membolak balik ikan yang dipanggang sekitar 30 menit,” katanya.

Saat dipanggang itu ikan telah dilumuri dengan bumbu khasnya. Sesekali, harus menyelupkan batang serai ke dalam bumbu lalu ditepuk-tepuk lagi ke ikan yang sedang dipanggang. Jika ingin lebih nikmat, biasanya ikan dipanggang menggunakan batok kelapa atau kulit kemiri kering. Jangan pakai arang, karena dijamin ikannya akan menjadi bau asap.

“Ikan panggang pacak memiliki beragam paduan bumbu masak sederhana, seperti serai , kelapa, dan wajib pedas dengan cabai dicampur dengan kunyit dan asam. Sedikit garam dan jeruk nipis,” paparnya.

Kelapa untuk dilumurkan ke ikan harus diparut lalu digiling bersama dengan bumbu lain. Wajib digiling, bukan diblender karena masakannya bisa mengeluarkan bau yang tidak enak.

“Lalu bumbu siap dioleskan di atas ikan yang sedang dipanggang secara merata,” imbuhnya, seraya mengatakan , untuk menjaga aroma ikan usahakan menjaga bara tidak mengeluarkan api, karena jika ada api ikannya bisa menjadi bau sangit.

Ikan panggang pacak lebih lezat jika disantap dalam keadaan hangat atau panas. Cukup dipadukan dengan nasi putih panas, lalu dicampur dengan terung sambal dan daun ubi tumbuk. Rasanya maknyus.

Selain panggang pacak, Dwi juga menyediakan pale, juga olahan ikan khas Sibolga. Pale ini bumbunya hampir sama dengan panggang pacak, tapi yang ini cara memasaknya dibungkus daun pisang, hampir sama dengan ikan pepes.

Nah, untuk menikmati ikan panggang pacak atau pale, memang tidak harus pergi ke Sibolga, kamu bisa datang ke stand Karang Taruna Medan di Ramadhan Fair. Silahkan, kalau setelah itu mau mencoba bikin sendiri. (koh)