Jonson Lim: Tahun Depan Bisnis Properti Bangkit Kembali

Jonson Lim: Tahun Depan Bisnis Properti Bangkit Kembali

417

MEDAN-GNews: Kondisi krisis ekonomi di Indonesia saat ini menjadikan pasar properti relatif lesu. Namun itu diyakini tidak akan berlangsung lama, karena tahun depan diperkirakan bisnis bidang properti tersebut akan bangkit kembali.

“Tahun ini bisnis bidang properti memang relatif lesu, tapi siap-siap untuk take off karena tahun depan diyakini akan naik kembali,” kata Direktur Jadeland Property Jonson Lim di Medan, Senin (18/4).

Dia meyakini kondisi tahun depan akan lebih baik, melihat sejumlah proyek infrastruktur yang dikerjakan pemerintah hampir selesai, seperti proyek jalan tol Medan – Binjai dan Medan – Tebingtinggi.

“Presiden kita, Joko Widodo, sangat fokus pada pembangunan bidang infrastruktur. Di Sumatera Utara, selain kedua proyek jalan tol tersebut, juga mencuat rencana pengembangan kawasan Danau Toba sebagai Monaco of Asia. Ini akan turut mempengaruhi pasar properti,” kata Jonson yang merupakan motivator bisnis properti termuda di Indonesia.

Menurutnya, kawasan-kawasan yang akan berkembang pesat pasar propertinya adalah yang berada di dekat dengan proyek pembangunan infrastruktur tersebut. Dia mencontohkan proyek properti yang pemasarannya ditanganinya, yakni Harmoni Commercial Estate, di kawasan Jalan Medan-Binjai Km 13,8, yang notebene dekat dengan proyek jalan tol Medan – Binjai tersebut.

“Exclusive ware house dan superblock industrial di areal seluas delapan hektare tersebut sudah diburu para pebisnis. Kini tinggal sekitar 10 sampai 15 persen lagi. Ini membuktikan visi pebisnis sekarang sudah melihat ke arah perkembangan di kawasan sekitar jalan tol tersebut. Demikian juga pastinya dengan kawasan berkembang lain,” papar Jonson yang akan menjadi pembicara pada event Property Outlook 2016 tanggal 20 April 2016 di Medan.

Jonson kembali mengulas soal kondisi bisnis properti saat ini, dia pun memberi ilustrasi. “Katakanlah sebelumnya ada sekitar 20 developer, saat ini sebagian besar terimbas krisis tersebut, mungkin yang tersisa tinggal lima. Lainnya, ada yang undur diri, ada yang wait and see,” ujarnya.

Bagi yang bertahan, selain melihat masih ada sedikit celah untuk dilalui, juga karena mereka mampu berkarya dengan inovasi-inovasi produk dan pemasaran. “Ibarat memancing, sekarang harus ganti joran dan ganti umpan. Kalau dulu ikannya banyak, sekarang tinggal sedikit. Tapi kan pemancingnya juga tinggal sedikit, jadi masih sesuai jumlah ikan yang didapat,” paparnya.

Makanya, secara pribadi dia masih menganggap bisnis properti masih layak untuk ditekuni. “Yang penting kita tahu cara menghadapi kondisi, dan tentunya tahu cara menjual,” pungkasnya. G01