Keberadaan Dosen Asing Akan Jadi Tantangan Bagi Dosen Kurang Berkualitas

Keberadaan Dosen Asing Akan Jadi Tantangan Bagi Dosen Kurang Berkualitas

306

MEDAN-GNews:Kebijakan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) yang mengizinkan masuknya dosen asing untuk mengajar dan meneliti di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ataupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) mulai tahun ini, mendapat tanggapan dari sejumlah kalangan yang konsen di dunia pendidikan.

Sebab, keberadaan dosen asing di Indonesia nantinya diyakini dapat memperbaiki kualitas pendidikan khususnya di perguruan tinggi. Namun juga, keberadaan dosen asing tersebut akan menjadi tantangan bagi dosen-dosen yang kurang berkualitas

‪”Saya kira ini menarik. Dengan mendatangkan dosen-dosen asing bisa menjadi persaingan yang baik untuk ke depan. Akan tetapi, harus melalui prosedur yang ada, salah satunya izin tinggalnya sudah ada dari Disnaker (Dinas Sosial dan Tenaga Kerja),” ujar Ketua Kopertis Wilayah I Sumut-Aceh, Prof Dian Armanto‬, Selasa (26/4).

Menurut Dian, kerja sama dengan dosen luar negeri dan dosen Indonesia memang dibolehkan karena sudah ada undang-undang yang mengaturnya.‬ Misalnya, jika seorang profesor yang jadi dosen di Indonesia berasal dari luar negeri, maka salah satu syaratnya harus memiliki atau pernah menulis jurnal ilmiah yang sudah terakreditasi internasional sebagai syarat untuk bisa mengajar. Sebab, dengan begitu nantinya dosen-dosen asing itu akan membantu dosen Indonesia.

“Keberadaan dosen asing tidak akan menjadi ancaman bagi dosen lokal. Kenapa demikian, karena masa kerja dosen asing ini kan ada, bisa setahun atau dua tahun. Jadi ada kontrak yang harus ditandatangani,” jelas Dian‬.

Dia menambahkan, dosen asing tidak harus menggunakan bahasa Indonesia dalam mengajar. Karena nantinya akan diberikan pendamping sebagai penerjemah. Malahan, justru lebih baik dosen yang mengajar memakai bahasa Inggris karena bisa memotivasi mahasiswa untuk belajar.

Hal yang sama diutarakan Praktisi Pendidikan dari Universitas Negeri Medan (Unimed), M Rizal. Menurut dia, masuknya dosen asing untuk mengajar di Indonesia tentu jelas sangat membantu kemajuan di perguruan tinggi. Namun, kata M Rizal, masalahnya apakah dosen lokal mampu bertahan dan bersaing dengan dosen asing. Selain itu, ini juga menjadi tantangan dosen lokal untuk mengajar di luar negeri, apakah mereka mampu?

“Liberasasi di bidang pendidikan khususnya mengenai masuknya dosen asing tersebut merupakan suatu hal yang positif. Hal ini juga akan mendukung tingkat kekurangan dosen yang ada, baik di PTN maupun PTS,” ujar M Rizal.

Sebagai contoh, sambungnya, selama ini di setiap program studi perguruan tinggi minimal dosennya ada 6 orang. Akan tetapi, rasio dosen tersebut kenyataannya tidak terpenuhi dan hampir di perguruan tinggi swasta khususnya. Jadi, tidak ada salahnya itu dipenuhi oleh tenaga asing yang berkompeten.

“Dengan masuknya tenaga pengajar asing ke Indonesia, memang ada sisi negatif dan positifnya. Namun, ini harus disikapi positif. Negatifnya, tentu dosen lokal yang tidak berkualitas maka akan tersingkirkan,” katanya. G01