Koperasi Masyarakat Sejahtera Resmikan Unit Usaha Baru

Koperasi Masyarakat Sejahtera Resmikan Unit Usaha Baru

128

gnews.online | Pengurus Koperasi Masyarakat Sejahtera meresmikan satu unit usaha baru, yakni outlet penjualan sosis telur (Sostel), di kawasan Mabar, Medan Deli.

“Ini unit usaha pertama yang berbentuk outlet atau booth penjualan makanan. Sebelumnya memang sudah ada usaha lain seperti penjualan sembako dan pulsa, tapi belum ada toko atau tempat menetap,” kata Ketua Koperasi Masyarakat Sejahtera Eko Hendra, Minggu (2/9).

Eko mengatakan, usaha yang beralamat di Jalan Mangaan VI Pasar 2 Mabar, Medan Deli dengan dinamakan Sostel SimaS (singkatan dari Koperasi Masyarakat Sejahtera) ini, mulai buka Jumat (31/8). Usaha ini murni didanai dari uang simpanan anggota.

“Kami memberdayakan dana simpanan anggota, modal alat dan bahan semuanya murni dari uang simpanan anggota kami yang jumlahnya saat ini mencapai 70 orang,” ucap Eko yang didampingi Wakil Ketua Muliadi, Sekretaris Mirwanto, Wakil Sekretaris Sri Hariati dan Bendahara Ratna Sari.
Sementara Ratna Sari menambahkan, Koperasi Masyarakat Sejahtera diarahkan untuk menjadi koperasi produsen. Visi misi mereka adalah meningkatkan ekonomi anggota melalui usaha-usaha yang dijalankan.

“Makanya, kami juga mempercayakan anggota untuk menjalankan usaha ini. Demikian juga dengan usaha-usaha lain yang akan dijalankan nanti,” kata aktivis pemberdayaan perempuan Medan Deli ini.

Dia menjelaskan, skema unit usaha Koperasi Masyarakat Sejahtera adalah bagi hasil antara koperasi dengan pengelola atau anggota yang menjalankan usaha. Dengan begitu, kas koperasi bertambah, dan pengelola juga mendapatkan tambahan penghasilan untuk keluarga.

“Cara ini memudahkan anggota yang ingin berusaha, namun terkendala modal. Di sinilah akan tampak peran koperasi bagi pemberdayaan masyarakat, dibandingkan hanya memberi pinjaman-pinjaman uang yang kadang pemanfaatannya untuk kebutuhan konsumtif,” imbuh Ratna.

Rencana ke depan, tiap dua bulan mereka akan mendirikan satu unit usaha sejenis, tapi bentuk usahanya bisa berupa apa saja, bukan harus Sostel.

“Mungkin usaha gorengan atau makanan lain, minuman atau es, bisa juga di bidang pertanian dan peternakan. Yang penting produktif dan bisa memberikan margin usaha yang nantinya dibagikan ke seluruh anggota,” kata Ratna lagi.

Sementara soal usaha penjualan sembako berupa beras dan gula, juga penjualan pulsa dan token listrik, menurut Ratna, saat ini volume usahanya sudah semakin besar.

“Ada keinginan kami untuk memiliki satu Waserda (warung serba ada), tapi nantilah, kami berproses saja, toh kami baru beranjak setelah revitalisasi pengurus dan anggota yang tidak aktif sekitar lima bulan lalu,” pungkas Ratna. (koh)