Korea Dorong Energy Terbarukan di Sumut

Korea Dorong Energy Terbarukan di Sumut

188

gnews.online | Pemerintah Korea melalui Green Tecnology Center Korea serius mendorong energy terbarukan Sumatera Utara. Hal ini dikatakan center for Climate Technology Coorperation Directror Kyung Nam Shin didampingi Ketua Komite II DPD RI Parlindungan Purba usai bertemu Gubernur Sumut HT Erry Nuradi di Kantor Gubsu Jalan Diponegoro Medan, Selasa (14/3/2017).

Selain alasan potensi yang ada, menurut Kyung Nam Shin alasan pihak tertarik mengembangkan energy terbarukan karena pemerintah Sumatera Utara cukup perduli dengan dengan persoalan lingkungan hidup. Apalagi kawasan Danau Toba telah ditetapkannya sebagai wisata dunia dan juga Geopark UNISCO.

“Kami melihat ada kebutuhan listrik 210 mega watt disana. Lebih 75 kebutuhan listrik itu menggunakan fosil dan kami tertarik menjadikan energy terbarukan. Oleh karena itu kami senang untuk membuat studi membangun listrik dengan energy terbarukan dengan tenaga surya. Jadi kita berharap PLN dapat memberikan atau mengijinkan pembangunan energy terbarukan di Sumut,” ujarnya.

Dijelaskan Kyung Nam Shin, Direktur PLN menyarankan pihaknya untuk menyerahkan hasil FS Pemprovsu. Diawali dengan 10 mw, dalam jangka seminggu akan tambah kapasitas.

Diharapkan segalanya berjalan lancar, konstruksi dimulai pada September 2017 hingga Februari 2018. Pada awal Maret 2018 PLTS terapung dengan kapasitas 10 MW sudah beroperasi secara komersil.

Dalam kesempatan tersebut, Kyun Nam juga menyampaikan udangan kepada Gubernur Sumut menjadi pembicara pada even internasional di Jeju Island Korea terkait energy terbarukan pada akhir bulan ini.

“Kita juga mengundang Pak Gubernur untuk menghadiri even di Jeju Island pada akhir Maret ini,” ujarnya lagi.

Sementara itu Parlindungan Purba mengakui sebagai Ketua Komite II DPD RI dirinya menfasilitasi kunjungan perwakilan pemerintah Korea ke Sumut dalam rangka membawa misi energy terbarukan. Menurutnya tidak hanya akan membangun pembangkit listrik tenaga surya di Danau Toba, pemerintah Korea juga telah mengusahakan dana lingkungan hidup dunia untuk membangun Sumut.

“Targetnya tergantung kesiapan pemerintah dan PLN kalau sudah siap tahun ini bisa dikerjakan. Tahun depan bisa dikembangkan lagi. Mereka berharap Juli ini studinya sudah selesai dan dana lingkungan hidup dunia bisa dimanfaatkan untuk membangun Sumut. Mereka sangat mendukung Provinsi Sumut untuk pengembangan energy terbarukan. Ini Provinsi pertama di Indonesia yang mereka bantu,”ujarnya.

Sebelumnya Gubernur Sumatera Utara H T Erry Nuradi menyatakan dukungannya atas rencana Korea Environmental Industy dan Technology Instute (KEITI) membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung di perairan Danau Toba.

“Kita menyambut baik tindak lanjut rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terapung di Danau Toba. Ini sangat baik sekali karena dapat menambah pasokan listrik Sumut yang ramah lingkungan,” kata Gubsu.

Sebagai tindaklanjut kunjungan sebelumnya, KEITI yang menggandeng perusahaan LS IS (salah satu anak perusahaan LG) melakukan Studi Kelayakan (Feasibility Study/FS) pembangunan PLTS Terapung di Danau Toba pada Desember ini. (koh)

SIMILAR ARTICLES