Korupsi di SMKN Binaan Pemprovsu, Sebanyak 85 Item Barang Yang Diusulkan Hanya 19 Yang Datang

Korupsi di SMKN Binaan Pemprovsu, Sebanyak 85 Item Barang Yang Diusulkan Hanya 19 Yang Datang

262

MEDAN – GNews : Sidang lanjutan pengadaan revitalisasi peralatan praktik permesinan di SMKN Binaan Pemprovsu yang merugikan negara Rp4,8 miliar kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri (PN) Medan dengan terdakwa M Rais selaku PPTK, Masri selaku Kadis Pendidikan Sumut dan Riswan selaku Kasubag Tata Usaha Pemprovsu.

Dari sidang yang digelar di Cakra VII, PN Medan, Senin (9/5) tersebut diketahui bahwa dari 85 item barang yang diusulkan panitia barang hanya 19 item yang datang dan ke sembilan belas tersebut tidak sama merak dengan diusulkan namun hanya sama fungsi.

Hal itu diungkapkan ketiga saksi yang dihadirkan JPU Netty Silaen diantaranya Suprapto selaku PNS di Dinas Pendidikan Sumut sebagai kepala bengkel di teknik permesinan di sekolah SMKN Binaan, Ramli Patria Lubis dan Suardi.

” Kita minta alat permesinan untuk menunjang belajar praktek siswa di SMK, tapi karena barang hanya datang 19 item sehingga barang digunakan untuk belajar siswa tidak maksimal untuk para siswa, yang harus berbagi dalam belajar,” ucap saksi Suprapto selaku Kepala Perbengkelan Mesin

Saat JPU menanyakan apakah dalam pengajuan peralatan praktik ada harga yang diterakan dan dari mana para saksi dapat mengusulkan merek dan harga barang.

“Kita lihat barang dari internet dan katalog juga bertanya sama teman, kemudian kita ajukan beserta harga. Karena ada dua kali kita ajukan usulan pemesanan yakni tanpa harga dan beserta harga. Kita juga berikan usulan barang sebanyak 85 item dengan nominal harga sebesar Rp12 miliar,” ucap saksi

Namun saat jaksa menanyakan siapa yang meminta para saksi membuat usulan barang untuk praktik. Ketiga saksi kompak mengatakan yang memerintah ketiganya yakni pimpinan.

“Kita disuruh pimpinan dan siapa pastinya saya tidak tahu apakah itu Pak Rais atau siapa. Kita diminta untuk menyusun barang yang ingin diminta untuk perlengkapan. Dan kita tidak tahu lagi,” ucap saksi.

Kemudian saksi Ramli mengatakan Pelaksanaan kegitaan pelelangan tidak ada dilaksanakan di SMK. Dan dirinya tidak tahu pelelangan dilaksanakan dimana. Karena dirinya tidak tahu siapa panitia.

“Saya juga tidak pernah menanyakan kepada pak Rais soal barang yang datang 19 item,” ungkapnya

Sementara itu saksi Ramli Patria Lubis mengatakan dirinya melakukan usulan bersama rekannya pada awal tahun sekitar bulan maret 2014 dan barang datang bulan desember ditahun 2014.

“Itupun kami hanya tahu ketika barang sudah sampai dibengkel SMK. Dan barang tidak sesuai merek yang kita pesan tapi hanya fungsi nya yang sama. Kami hanya sebatas usulan barang masuk, kami sudah tidak tahu lagi. Karena kita hanya susun barang- barang yang diperlukan kemudian kita berikan kepada pak Riswan,” pungkasnya

Para saksi memberikan kesaksian untuk tiga terdakwa M Rais selaku PPTK, Masri selaku Kadis Pendidikan Sumut dan Riswan selaku Kasubag Tata Usaha Pemprovsu. Usai mendengar keterangan para saksi majelis hakim Berlian Napitupulu menunda sidang hingga pekan depan.