Kredit Perbankan Sumut Hanya Tumbuh 2,62%

Kredit Perbankan Sumut Hanya Tumbuh 2,62%

184

gnews.online |

Kinerja kredit perbankan di Sumatera Utara (Sumut) tumbuh melambat. Tercatat, hingga Oktober 2019, pertumbuhan kredit bank umum di Sumut mencapai 2,62 persen (yoy) sedang secara nasional tumbuh sekitar 6,43 persen (yoy).

Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) KR 5 Sumbagut, Yusup Ansori mengatakan, memang sejumlah bank besar mengakui adanya perlambatan kredit menjelang akhir tahun. Ini dikarenakan ketatnya likuiditas ditambah merosotnya permintaan kredit.

“Imbas kondisi ekonomi global masih menjadi pemicunya. Secara riil, pertumbuhan undisbursed loan sebesar 4,63% (ytd) mencerminkan bahwa sektor riil (nasabah/debitur) masih cenderung menahan dan menunda pencairan/penggunaan dana kredit,” katanya di acara Sinergi Kantor OJK Regional 5 Sumbagut dan Media Partner Dalam Meningkatkan Literasi Fintech yang Akuntabel, Jumat (13/12).

Lebih lanjut dikatakan, perlambatan penyaluran kredit modal kerja bersumber dari sektor industri pengolahan, dan perdagangan besar dan eceran. Perlambatan penyaluran kredit di sektor industri pengolahan bersumber dari perlambatan serapan kredit di subsektor pengolahan tepung/ikan dan bahan-bahan kimia.

Sementara itu, perlambatan penyaluran kredit di sektor perdagangan besar dan eceran didorong oleh kelesuan perdagangan makanan/minuman/tembakau.

“Namun demikian, kami melihat bahwa perbankan masih merespon kebijakan penurunan suku bunga acuan yang dilakukan Bank Indonesia sebagaimana terlihat tren penurunan suku bunga kredit di semua jenis penggunaan (Modal Kerja: 10,33%; Investasi: 10,11%; Konsumsi: 11,53%),” ungkapnya.

Sejalan dengan intermediasi perbankan, perusahaan pembiayaan juga mengalami hal serupa. Pertumbuhannya per September 2019 hanya sebesar 3,54% (ytd).

Namun demikian, kinerja pembiayaan multiguna mampu mempertahankan pertumbuhan pembiayaan secara umum pada level positif mengingat komposisinya sebesar 62,65 persen.

Sementara kinerja Perbankan, baik Bank Umum dan BPR di Sumut, terjaga pada posisi yang stabil per Oktober 2019. Tercermin dari jumlah total aset sebesar Rp262 triliun, tumbuh 9,53% (ytd) atau 4,50% (yoy).

“Meskipun untuk pertumbuhan kredit perbankan secara konsolidasi relatif melambat disebabkan oleh melambatnya pertumbuhan kredit sektor perdagangan. Namun jumlah kredit macet atau NPL (non performing loan) masih dapat ditahan dengan baik di angka 3,39% dari total kredit,” ungkapnya. (art)