Lakukan IPO, PT Royal Prima Tbk Lepas 47,71% Saham

Lakukan IPO, PT Royal Prima Tbk Lepas 47,71% Saham

194

JAKARTA – gnews.online |

PT Royal Prima Tbk segera melepas dan menawarkan sahamnya kepada masyarakat dalam Penawaran Umum Sahap Perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia. Royal Prima merupakan salah satu rumah sakit swasta terbesar di Sumatera siap melepas 47,71% sahamnya.

Hal tersebut disampaikan Direktur Royal Prima Mok Siu Pen usai menggelar Public Expose Penawaran Umum Perdana Saham / Initial Publik Offering, di Hotel The Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (26/4).

Mok Siu Pen menyebutkan, dengan dilakukannya penawaran umum saham perdana tersebut, Royal Prima memiliki target untuk menjadi pusat rujukan bagi masyarakat khususnya Kota Medan, Jambi dan masyarakat Sumatera Utara pada umumnya.

“Jumlah penawaran umum perdana saham PT Royal Prima Tbk sebanyak-banyaknya 2 miliar lembar saham atau sebanyak-banyaknya 47,71% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah Penawaran Saham Umum Perdana,” ujarnya.

Dia menyebutkan, dana yang diperoleh dari IPO tersebut akan digunakan untuk akuisisi rumah sakit baru, pembelian peralatan medis dan peningkatan infrastruktur teknologi informasi, tambahan perolehan tanah, dan ekspansi pada rumah sakit-rumah sakit yang telah ada.

“Rencana akuisisi rumah sakit baru, lokasinya berada di daerah Medan, Pekanbaru, Jambi, Tangerang, Bekasi, Cikarang, Jakarta, dan daerah lain yang potensial. Dengan dilakukannya proses akuisisi rumah sakit baru tersebut, diharapkan pendapatan dari Royal Prima dapat meningkat, serta jaringan rumah sakit dari Royal Prima akan semakin luas tersebar di Indonesia,” harapnya.

Dalam Public Expose tersebut disampaikan, bahwa saham tersebut merupakan saham baru dan dikeluarkan dari portepel perseroan dengan nilai nominal Rp100 setiap saham. Rencananya, masa penawaran awal atau bookbuilding period digelar pada 18 April hingga 2 Mei dengan perkiraan tanggal efektif pada 4 Mei 2018.

Diungkapkan, secara keuangan, Royal Prima mencatatkan pendapatan sebesar Rp160 miliar untuk periode November 2017 dengan Laba usaha Rp25 miliar dan laba bersih Rp19 miliar.

Hingga saat ini, perusahaan yang berdiri sejak 2013 ini mengelola dua rumah sakit yang terletak di Medan dan Jambi, dengan target kapasitas pada akhir 2018 1.200 tempat tidur. Perseroan juga memiliki anak usaha yakni PT Royal Prima Jambi yang didirikan pada 2015. (art)