Magister Sains Biomedis dan Magister Ilmu Kedokteran Klinis FK UNPRI Gelar Webinar, Bahas Permasalahan Lansia Selama Pandemi

Magister Sains Biomedis dan Magister Ilmu Kedokteran Klinis FK UNPRI Gelar Webinar, Bahas Permasalahan Lansia Selama Pandemi

44

gnews.online | Magister Sains Biomedis dan Magister Ilmu Kedokteran Klinis Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Prima Indonesia ( UNPRI) belum lama ini menggelar Webinar yang mengangkat tema “Isu dan Permasalahan yang Dihadapi Masyarakat Lansia pada Bulan Ramadan Selama Masa Pandemi Covid-19”.

Webinar online dengan media zoom premiun tersebut mengundang dua pakar sebagai narasumber utama. Narasumber pertama Dr. dr. Binarwan Halim, M. Ked (OG), Sp. OG (K), FISC selaku Direktur Halim Fertility Center, IVF Center, Departemen Obstetri & Ginekologi dan juga merupakan dosen tetap FK UNPRI.

Narasumber kedua dr. Hilna Khairunisa Shalihat, M. Gizi, Sp.GK bertugas sebagai Dokter Spesialis Gizi Klinik di RS Hermina Medan.

Webinar dan diskusi online tersebut juga dipandu dr. Fiska Maya Wardhani, M. Biomed, dosen tetap di FK UNPRI dan juga dibawakan oleh Muhammad Aditya Kurnia, SKM, MPH selaku Master of Ceremony pada saat webinar berlangsung.

Dari narasumber pertama, Dr. dr. Binarwan Halim, M. Ked (OG), Sp. OG (K), FISC menyatakan, bahwa pada orang lanjut usia yang sehat dapat terjadi sebagai primary aging immune deficiency, yaitu suatu kondisi dimana terjadi penuruan fungsi kekebalan tubuh.

Dia menjelaskan, terdapat berbagai penelitian yang mengkaitkan puasa dengan berkurangnya produksi radikal bebas di dalam tubuh.

Menurutnya, puasa dapat meningkatkan mekanisme pertahanan tubuh terhadap stress oksidatif. Selain itu, dengan menjalankan puasa pada lansia juga memberikan dampak positif terhadap perbaikan kondisi depresi, kecemasan, stres dan peningkatan fungsi kognitif.

“Hal lain yang perlu diperhatikan selama berpuasa adalah untuk tetap menjalankan pola hidup dan nutrisi yang sehat, melakukan pencegahan terhadap infeksi, berolahraga secara teratur, mengurangi stres, serta menjaga pola tidur yang baik,”kata dr Binarwan.

Sementara itu, dr. Hilna Khairunisa Shalihat, M. Gizi, Sp. GK menjelaskan bahwa aging merupakan proses alami yang ditandai penurunan kemampuan tubuh, seperti penurunan metabolisme dan stamina, penurunan kekuatan otot, peningkatan deposit lemak, penurunan kepadatan kalsium pada tulang, serta penurunan pada penyerapan zat gizi.

Oleh karena itu katanya, diperlukan penilaian nutrisi dan restriksi kalori pada lansia untuk menjaga imunitas tubuh. “Restriksi kalori pada lansia dapat dilakukan dengan cara meningkatkan asupan protein, penurunan asupan lemak dan garam, pemilihan karbohidrat kompleks pada makanan, serta mengurangi konsumsi minuman bersoda dan beralkohol,” kata dr Hilna.

Selain memperoleh amal ibadah dengan berpuasa, katanya, puasa juga bermanfaat untuk memperoleh keseimbangan berat badan ideal, peningkatan HDL (lemak baik) dan penurunan tingkat kolesteral dalam tubuh yang menyebabkan penurunan resiko penyakit jantung, gula darah terkontrol, dan peningkatan kekebalan tubuh pada lansia.

Disebutkannya, penuaan merupakan proses yang fisiologis, sehingga penerapan gizi seimbang dan pemenuhan nutrisi spesifik harus tetap dilakukan selama puasa di bulan Ramadan, sehingga sistem imun pada lansia tetap terjaga terutama selama pandemi Covid-19.

Rektor UNPRI Dr. Chrismis Novalinda, M. Kes mengatakan, UNPRI berkomitmen untuk selalu konsisten dalam melaksanakan
Webinar, sebagai sarana pemberi informasi dan update berita kepada institusi, tenaga medis,
mahasiswa/i serta masyarakat umum.

Dalam hal ini, pihaknya terus mendukung penuh Webinar agar tetap berlangsung secara rutin, dengan tema yang up to date dan menjawab pertanyaan- pertanyaan di publik.

Hal senada juga disampaikan oleh Dekan FK UNPRI dr. Linda Chiuman, M.K.M, AIFO-K agar seluruh peserta webinar dapat
memanfaatkan waktu dan menambah pengetahuan dan wawasan terhadap isu dan permasalahan yang dihadapi masyarakat lansia pada bulan puasa Ramadan selama masa pandemi Covid-19 walaupun bertempat dirumah masing-masing.

Antusiasme peserta Webinar sangat terlihat dari banyaknya jumlah peserta yang
mendaftar dari berbagai instansi baik itu latar belakang medis, non medis maupun masyarakat umum yang berasal dari dalam, dan luar daerah kota Medan.

“Konsep dari Webinar kali ini adalah “Update your knowledge and upgrade your behaviour” dimana para peserta webinar diharapkan mampu memberi informasi baru, valid kepada keluarga dan masyarakat umum terkait dengan tema,” kata dr Linda lagi. (Dev)