Mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Olahraga Unimed Gelar Pengabdian Masyarakat di SMAN2 Rantau Selatan

Mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Olahraga Unimed Gelar Pengabdian Masyarakat di SMAN2 Rantau Selatan

48

gnews.online | Mahasiswa pascasarjana Pendidikan Olahraga Universitas Negeri Medan (Unimed) stambuk 2019 menggelar pengabdian kepada masyarakat (PKM) dengan tema pengaplikasian cara memberikan penilaian berdasarkan lembar portofolio pada guru pendidikan jasmani dan mengembangkan kembali olahraga tradisional di lingkungan masyarakat melalui pendidikan.

Kegiatan bertempat di SMA Negeri 2 Rantau Selatan, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhan Batu, Provinsi Sumatera Utara, Kamis (8/10/2020).

Pendidikan merupakan pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian.

Pendidikan jasmani (Penjas) adalah mata pelajaran untuk melatih kemampuan psikomotorik yang mulai diajarkan secara formal di sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Maka dari itu guru penjas harus paham juga dalam memberikan pembelajaran tentang olahraga serta cara memberikan penilaian secara menyeluruh dan mendetail seperti portofolio.

Cara memberikan pembelajaran pun dapat dimodifikasi agar selalu menciptakan suasan baru di lingkungan belajar, agar tidak jenuh dan terlalu berpatokan dengan apa yang ada di buku.

IMG-20201018-WA0001

Olahraga tradisional juga merupakan suatu aktivitas fisik yang sangat bermanfaat bagi kebugaran jasmani siswa/i untuk terus semangat dalam belajar. Demikian dipaparkan Ketua PKM Imam Lukmanul Hakim didampingi oleh Gilbert Grenwindo S (wakil ketua), Teddy Rudi Harto S (sekretaris), Rikardo T. Nababan (Wakil Sekretaris), Herli Esteria Br. Ginting (Bendahara), Farid Alhumary (Divisi Dokumentasi), Ruliansyah Putra Harahap (koordinator yangapangan), Yosuaris Harianja (Divisi Perlengkapan) dan rekan lainnya.

Imam mengatakan,7 bahwa harus ada kesinambungan dalam memberikan penilaian baik dari teori maupun praktek,, karena pendidikan sangat berpengaruh terhadap perkembangan pola pikir dan tumbuh kembang anak.

“Olahraga tradisional merupakan suatu olahraga yang di dalamnya terdapat pembelajaran sangat kompleks karena terdapat jiwa mandiri, pantang menyerah, kerjasama, disiplin, dan usaha untuk mencapai sebuah kemenangan maupun keberhasilan ketika melewati tantangan yang ada di dalam olahraga tradisional tersebut,” katanya.

Sementara Teddy menambahkan, bahwa semua pembelajaran akan terasa menyenangkan apabila semua dilakukan dengan rasa senang tanpa ada beban dan nyaman dalam mempelajari ilmu-ilmu yang diberikan baik secara teori maupun praktek.

“Untuk mencapai hasil yang maksimal dalam proses pembelajaran di dunia pendidikan mahasiswa pascasarjana pendidikan olahraga Unimed stambuk 2019 menggelar kegiatan PKM berupa pendidikan olahraga. Maksud dan tujuan PKM ini yaitu mengaplikasikan cara memberikan penilaian dengan portofolio dan melestarikan kembali olahraga tradisional yang mulai memudar di kalangan siswa maupun masyarakat,” imbuhnya.

Djelaskan lagi, ilmu yang didapat dari berbagai sumber, baik dosen, guru, jurnal, dan buku-buku yang ada, kemudian disampaikan oleh mahasiswa pascasarjana Unimed kepada pihak sekolah SMAN 2 Rantau Selatan baik kepala sekolah, guru, serta sisw-siswi guna menambah ilmu tentang pendidikan jasmani juga sangat penting bagi kehidupan sehari-hari mapun prestasi nantinya.

Kepala SMA Negeri 2 Raihnyntau Selatan Drs Sahar mengatakan bahwa pembelajaran merupakan sesuatu yang tidak pernah lepas dari kehidupan sehari-hari, karena setiap kita berjalan pasti ada pembelajaran dan ilmu yang didapat, seperti pendidikan jasmani yang dibutuhkan semua orang setiap hari untuk menjaga kebugaran jasmani dan bisa melestarikan kembali kenangan yang dulu perna ada melalui olahraga tradisional yang kini semakin memudar.

“Semoga dengan kegiatan PKM yang dilaksanakan di SMA Negeri 2 Rantau Selatan oleh mahasiswa pascasarjana pendidikan olahraga Unimed dapat memberikan kemudahan dalam melakukan pembelajaran dan penilaian yang efektif dan efesien serta dapat diterapkan para guru-guru terutama guru penjas agar aktif dan menjadi patokan bagi guru-guru lainnya,” katanya. (koh)