Masjid Lama Gang Bengkok Bersiap Sambut Ramadhan

Masjid Lama Gang Bengkok Bersiap Sambut Ramadhan

450

gnews.online |

Masjid Lama Gang Bengkok Kesawan bersiap menyambut bulan suci Ramadhan 1437 H. Selain persoalan fisik, Badan Kenajiran Masjid juga sudah mempersiapkan sarana dan prasaran yang dapat mendukung dan membuat jamaah nyaman dalam menjalankan ibadah.

Tidak hanya itu, seperti biasa Masjid Lama Gang Bengkok, yang berdiri sekira tahun 1885 ini juga mengadakan pengajian dalam rangka siar agama.

“Dari segi siar agama, sebagaimana biasa, kami mengadakan pengajian setiap hari. Mulai Senin hingga Kamis, dilaksanakan setelah shalat dzuhur,” kata Sekteraris Badan Kenajiran Masjid Lama Gang Bengkok Kesawan Medan, M Ihsan Tanjung, Senin (30/5).

Untuk pengajian ini sebutnya, menghadirkan guru yang berganti-ganti. Masing-masing H M Nasir Karim Lc MA, Iqbal Abdul Muin Lc MA, H Drs Sutan Syahril Dalimunthe, Drs H A Ismail. “Ini dilakukan setiap hari, sekira 30 menit, dilanjutkan tanya jawab,” ujarnya.

Kemudian di hari Jumat juga ada pengajian yang membahas tafsir Alquran dan hadist. “Ini disampaikan oleh Ust H Hafiz Yazid. Itulah kegiatan di Masjid Bangkok dalam rangka kesiapan siar agama,” ujarnya.

Di samping itu, Masjid Lama Gang Bengkok ini juga  menyiapkan takjil berbuka puasa bagi orang-orang musafir. “Ini porsinya sekira 100. Yang kita masakkan bubur lemak, ditambah dengan minuman dan kue-kue ala kadarnya,” ujarnya.

Seperti diketahui, Masjid Lama Gang Bengkok ini dibangun sosok saudagar Tionghoa yang terkenal kedermawanannya, bernama Tjong Afie. Sementara tanahnya sendiri diwakafkan Datuk H Ali.

Dijelaskan M Ihsan, bangunan  fisik Masjid Lama ini, bagian utama dari Masjid inilah yang dibangun Tjong Afie. “Bangunan fisik awal sampai saat ini, dari sisi arsitekstur tidak pernah berubah. Namun karena atapnya dimakan usia, sejak tahun 1950 sudah diadakan perbaikan,” ujarnya.

Hingga terakhir 2011, pengurus masjid menggantinya dengan atap yang terbuat dari baja ringan. Kemudian dindingnya,  pada zaman wali kota Abdillah, dilapisi dengan batu keramik.

“Kemudian sedikit demi sedikit, atap lantai dan kamar mandi diubah dan dikembangkan. Karena jamaah yang semakin banyak. Termasuk perbaikan teras mesjid. Namun baru sepertiga dari keseluruhan. Insyaallah akan dilanjutkan setelah Idul Fitri,” ujarnya. (dia)