Menteri LHK: Penanaman Pohon Kurangi Lahan Hutan Kritis

Menteri LHK: Penanaman Pohon Kurangi Lahan Hutan Kritis

719

gnews.online |

Menteri LHK Siti Nurbaya mengatakan, penanaman pohon dari  tahun ke tahun telah memberi kontribusi dalam mengurangi luas lahan hutan kritis sekaligus meningkatkan penyerapan karbon serta membantu peningkatan pendapatan masyarakat.

“Tanam dan pelihara pohon untuk kehidupan yang lebih baik. Itu inti tujuannya,” sebut Siti di sela melakukan penanaman pohon bersama Presiden Joko Widodo beserta Ny Iriana didampingi Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Ir H Tengku Erry Nuradi dan Ketua TP PKK Sumut Evi Diana Erry di Desa Parparean I, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Sabtu (20/8) sore.

Dalam kegiatan tersebut, jelas Siti, rombongan Presiden bersama pelajar, pramuka dan masyarakat sekitar menanam 250 pohon. Sehari sebelumnya, Dinas Kehutanan telah menanam 5.000 pohon.

“Jadi jumlah keseluruhannya mencapai 7.500 pohon. Kegiatan ini akan terus kita lakukan secara berkesinambungan,” jelas Siti.

Siti juga mengatakan, Jokowi juga dijadwalkan melakukan penanaman 1.500 pohon bersama masyarakat di Kabupaten Samosir di Pulau Samosir pada Minggu (21/8).

Lebih rinci Siti menjelaskan, biaya penanaman pohon melalui APBN, APBD, DAK bidang kehutanan, CSR, masyarakat dan LSM serta pemuka adat/agama. Seluruh kabupaten telah dialokasikan DAK bidang kehutanan sebesar Rp1,5-2 miliar untuk kegiatan RHL, pengamanan hutan dan penanggulangan kebakaran hutan.

“Kami telah mengatur besarnya kontribusi untuk kegiatan RHL dari APBD (10%), CSR (1%) dan APBN 1 juta batang bibit di buat di persemaian permanen,” papar Siti.

Kementerian LHK menargetkan rehabilitas hutan dan lahan seluas 5,5 juta ha pada RPJMN tahun 2015-2019. Untuk itu, Kementerian LHK terus melakukan upaya menjalin usaha dari berbagai pihak, baik instansi pemerintah maupun swasta. (ayb)