Mie Sop Kampung Pak Sugeng, Tak Lekang di Lidah

Mie Sop Kampung Pak Sugeng, Tak Lekang di Lidah

87

gnews.online | Kesan pertama ketika memasuki Warung Sri Petani, di Jalan Sei Petani, Medan, adalah warung sederhana tak terlalu besar di halaman sebuah rumah.

Mie Sop Pak Sugeng, salah satu menu andalan di warung tersebut, biasanya buka pukul 14.00 WIB. Di jam tersebut selalu sudah banyak orang yang mengantre demi semangkuk mie sop kampung. Pengunjung terburu-buru mengantre, karena biasanya pukul 16.00 atau paling lama 17.00 WIB sudah habis.

Mie Sop sederhana, dengan racikan daging ayam suwir dicampur cincangan sayur kol, ternyata mampu menarik selera pelanggan.

Bukan cuma orang biasa, tidak sedikit pejabat atau iatri rajin bertandang menikmati mie sop ini.

Pak Sugeng mulai berjualan mie sop ini di tahun 1965, di Jalan Halat lalu berpindah ke Jalan Sriwijaya dengan  gerobak keliling. Gerobak itu tetap dipertahankan hingga sekarang, walau tempat jualannya berpindah dan kini menempati warung di Jalan Sri Petani itu.

Dibantu anaknya, Sri Yatno yang akrab disapa Kitit, Pak Sugeng selalu mendorong pergi-pulang gerobak mie sop itu, dari dan ke rumahnya di Jalan Sei Belutu.

Kitit sedikit menjelaskan, resep mie sop ini menggunakan kuah kaldu tanpa menambah cabe ataupun keap. Tiap harinya mereka menghabiskan sekitar 200 mangkok.

Untuk teman menyantap mie sop, mereka menyediakan kerupuk mie, sate kerang dan juga risol serta gorengan.

Seorang pelanggan setia, Hendra mengatakan, Mie Sop Pak Sugeng ini tak lekang di lidah. Artinya, kata dia, walau sering dinikmati, tak bosan dengan rasanya, dan terus mau lagi.

Oh ya, Mie SOP Pak Sugeng hanya buka pada hari Senin sampai Sabtu. Jadi, biar tidak kecewa, jangan datang hari Minggu ya. (koh)