MoU UNPRI – Unimed, Sekpel LLDIKTI Wilayah I Sumut: UNPRI Universitas Sehat

MoU UNPRI – Unimed, Sekpel LLDIKTI Wilayah I Sumut: UNPRI Universitas Sehat

24

gnews.online | Dalam upaya peningkatan kualitas Mutu Pendidikan, Pengabdian dan Penelian dosen, Universitas Prima Indonesia (UNPRI) menjalin hubunganbekerjasama dengan Universitas Negeri Medan (Unimed).

Kerjasama tersebut ditandai dengan dilaksanakannya penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (MoU) oleh Rektor UNPRI Dr. Chrismis Novalinda Ginting, M,Kes dan Rektor Unimed Prof. Dr. Syawal Gultom di Gedung Serbaguna UNPRI, kemarin.

Selain kegiatan penandatanganan MoU antara UNIMED dan UNPRI, puluhan dosen dan Kaprodi UNPRI juga mengikuti pelatihan pembelajaran kurikulum pendidikan tinggi dan PEKERTI/AA dengan pemateri Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd, dan beberapa Guru Besar Unimed.

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Pelaksana LLDIKTI Wilayah I Sumut Dr. Mahriyuni M.Kes, Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn, Wakil Rektor IV Unimed Prof. Drs. Manihar Situmorang M.Sc., Ph.D, Ketua LP2AI Unimed Prof. Efendi Napitupulu beserta tim,  Wakil Rektor I UNPRI Seno Aji, M. EngPrac, Wakil Rektor II Dr. Ermi Girsang, M.Kes, Wakil Rektor III Said Rizal, MA., Wakil Rektor IV dr. Ali Napiah.,M.K.T., Ketua LPM UNPRI Abednego S Karosekali, M.P., Ka.Biro SDMUNPRI Marlince N.K. Nababan M.Kom., ParaDekan di Lingkungan UNPRI.

Sekretaris Pelaksana LLDIKTI Dr. Mahriyuni M.Kes dalam sambutannya mengatakan, momentum penandatangan
MoU ini memperkuat komitmen UNPRI sebagai sebuah Institusi untuk terus berkiprah, dan sama-sama berkarya nyata dalam memajukan kompetensi dosen.

Dia juga mengatakan, sebagai universitas swasta, UNPRI merupakan universitas yang sehat ditandai dari 35 program studi 25 sudah terkariditasi B dan lainnya dalam proses reakreditasi.

Rektor Unimed Prof. Dr. Syawal Gultom, M. Pd, menginspirasi puluhan dosen UNPRI yang hadir dengan menjelaskan bagaimana meningkatkan mutu kualitas mahasiswa, lulusan, dosen, dan kurikulum pendidikan, salah satunya dengan memaparkan KKNI yang terintegrasi dengan era revolusi industri 4.0 .

Syawal Gultom juga menyampaikan dosen merupakan komponen penting dalam proses pembelajaran dan sebagai penentu kualitas mahasiswa.

Maka dari itu, kata Syawal, peningkatan kompetensi dan keterampilan dosen harus dilakukan. Perkembangan teknologi di era revolusi industry 4.0 saat ini, mendorong para pendidik meningkatkan kemampuan literasi data, literasi bahasa, penggunaan IT berbasis digital, dan harus dapat berkolaborasi dengan dunia kerja.

“Selain itu, perkuliahan harus dapat membentuk pekerti dan berbudi luhur sehingga melahirkan generasi-generasi terbaik yang dapat membangun masa depan bangsa. Inilah yang menjadi tanggung jawab sebuah perguruan tinggi,” katanya.

Rektor UNPRI  dalam sambutannya menyampaikan pihaknya sangat mengapresiasi MoU tersebut.

Dikatakan rektor,  implementasi dari Nota Kesepahaman ini dilaksanakannya kegiatan Pelatihan Peningkatan Keterampilan TeknikInstruksiononal yang dilaksanakan daritanggal 17-20 Mei 2019.

Kegiatan Pekerti ini diikuti oleh50 dosen tetap yayasan, yang mana pembiayaan kegiatan ini sepenuhnyaditanggung oleh yayasan dan universitas.

“Ini sebagai tanda keseriusan UNPRI dalam peningkatan kompetensi dosen di UNPRI, terutama dalam menghadapi era disrupsi teknologi 4.0,” kata rektor.

Rektor berharap, dengan adanya kegiatan ini diminta komitmen para dosen dalam kualitas peningkatan teknik pengajaran,karena ini sebagai salah satu faktor peningkatan mutu UNPRI.

Sementara itu di tempat terpisah, Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn kepada wartawan Minggu (19/5) mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi  kerjasama yang dijalin dengan Unimed.

Menurut doktor muda ini, kerjasama ini sangat penting. Karena dari bentuk kerjasama yang dilakukan dapat  saling meningkatkan dan mengembangkan kinerja pendidikan tinggi, dalam rangka memelihara, membina, memberdayakan, dan mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kesenian. (Dev)