Musim Hujan, Waspadai Bahaya DBD

Musim Hujan, Waspadai Bahaya DBD

75

gnews.online | Memasuki musim hujan seperti saat ini, masyarakat diminta untuk meningkatkan pola hidup sehat yang termasuk di dalamnya menjaga kebersihan di lingkungannya masing-masing guna menghindari sejumlah penyakit yang biasa timbul seperti Demam Berdarah Dengue (DBD).

Hal tersebut disampaikan Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) Partai Gerindra Kecamatan Medan Marelan, Haris Kelana Damanik yang mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan melalui pola hidup sehat dan bersih, serta tetap menjaga olahraga secara rutin demi menjaga kebugaran tubuh.

“Berbagai penyakit yang biasanya rentan timbul ketika memasuki musim penghujan adalah berkaitan dengan menurunnya imunitas tubuh seiring dengan mulai beradaptasi dengan iklim, seperti influenza, demam, dan lainnya,” sebut Haris, Kamis (17/9/2020).

Dikatakannya, penyakit yang rutin setiap tahun menerpa dan patut untuk tetap diwaspadai adalah DBD. “Apabila tidak diwaspadai sejak dini, bukan tidak mungkin penyakit ini mewabah,” katanya.

Menurut tokoh muda ini, dibutuhkan peran semua pihak dalam mengatasi persoalan ini, mulai dari masyarakat hingga pemerintah guna menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat sehingga mampu mengurangi berbagai persoalan yang disebabkan musim hujan.

“Budaya gotong-royong agar tetap dijaga bahkan harus digalakkan kembali, terlebih dalam hal kebersihan lingkungan, serta menutup tempat yang menjadi genangan air tempat berkembang biaknya nyamuk DBD,” kata politisi yang jajarannya rutin mengadakan kegiatan pengasapan atau fogging di lingkungan-lingkungan Medan Marelan dan sekitarnya untuk mencegah perkembamgan nyamuk DBD.

Dia menambahkan, pemerintah juga mempunyai peran vital terkait ini, seperti memperbaiki saluran air atau drainase sebab selain akan menjadi penyebab penyakit juga rentan terjadinya banjir ketika curah hujan cukup tinggi.

“Karena kita lihat contohnya di wilayah Medan Marelan, banyak drainase yang tidak berfungsi. Kondisi ini bukan hanya menyebabkan banjir tapi juga genangan air yang rawan menjadi tempat nyamuk bersarang,” demikian Haris. (koh)