UNPRI-RSU Royal Prima dan NMU Gelar Pertemuan, Kopertis: UNPRI Telah Berskala Internasional

UNPRI-RSU Royal Prima dan NMU Gelar Pertemuan, Kopertis: UNPRI Telah Berskala Internasional

107

gnews.online | Nanjing Medical University (NMU), Universitas Prima Indonesia (UNPRI)  dan Rumah Sakit Umum (RSU) Royal Prima, menggelar pertemuan guna membahas dan follow up perkembangan hasil kerja sama antara semua pihak tersebut yang sudah berlangsung sebelumnya.

Pertemuan dengan tema Implementing The Collaboration Between UNPRI-RPGH and Nanjing Medical University tersebut dihadiriPerwakilan dari NMU Prof. Shen Hong Bing dan jajarannya, undangan dari Konsulat Republik Rakyat Tiongkok Mrs. Chang Xiao Zhu, Perwakilan dari Kopertis Wilayah 1 Sumut diwakili sekretaris Kopertis Wilayah I Sumut Dr. Mahriyuni, M.Hum, Pendiri UNPRI Dr dr. I. Nyoman E. Lister, M.Kes., AIFM, Ketua Yayasan Prima Indonesia Dr. Drg. Florenly MPH, Direktur PT. Prima Indonesia Dr. Tommy Leonard, SH., MKn., Rektor UNPRI Dr. Chrismis Novalinda Ginting, SSiT M.Kes dan jajarannya, Dekan Fakultas Kedokteran UNPRI dr. H. Yulitas Bachtiar, Sp.A, Direktur Utama RSU. Royal Prima Medan dr. Suhartina Darmadi, MKM.

Kopertis Wilayah I Sumut yang diwakili  Dr. Mahriyuni, M.Hum dalam sambutannya mengatakan, pihaknya menyambut baik acara kerja sama ini. Hal ini  menandakan bahwa UNPRI telah berskala internasional. Dan, perkembangan UNPRI juga didukung oleh sumber daya yang sangat baik dan memungkinkan semua yang diharapkan akan terwujud.

“Saya menyambut baik kegiatan ini. UNPRI sangat serius dalam perkembangan dan kemajuan dunia pendidikan di Sumut,”katanya.

Mahriyuni juga memberikan apresiasi kepada UNPRI terhadap kemajuan yang dicapai dalam menjalankan visi dan misi kampus yang multi etnis tersebut.

Menurutnya, progress prestasi yang telah diraih UNPRI mengindikasikan kampus UNPRI semakin eksis dan mendapat kepercayaan dari masyarakat.

“Kita harus membiasakan diri untuk bekerja ikhlas, berkerja cerdas berkerja keras, dan bekerja tuntas,”kata  Dr. Mahriyuni.

Acara ini juga diisi dengan laporan ilmiah yang dibawakan oleh Ketua NMU Prof. Shen Hong Bing dan Prof. Feng Qing.

Dalam Laporannya, Prof. Shen Hong Bing memberikan paparan, bahwa penyakit kanker paru di negara maju seperti Amerika Serikat menunujukkan tren menurun dari segi angka kematian, sedangkan di Tiongkok dan negara Asia tren tersebut, masih tetap tinggi,

Dan, 20 tahun terakhir ini. kata Prof. Shen,  peran genetik mungkin lebih besar daripada faktor risiko klasik seperti merokok pada kasus kanker paru.

Dengan adanya Genom-Wide Association Study (GWAS), membuka kemungkinan untuk disusun strategi pencegahan, dan pengobatan kanker paru per-individu untuk ke depannya.

Pada kesempatan itu juga, dilanjutkan dengan  penyerahan beasiswa dari perwakilan NMU dan Yayasan Prima Indonesia kepada 5 orang mahasiswa pertukaran studi dari NMU.

Sementara itu, Rektor UNPRI Dr. Chrismis Novalinda Ginting, SSiT M.Kesmengatakan,  saat ini UNPRI salah satu universitas swasta yang sangat cepat berkembang di Kota Medan diusia yang relatif  masih muda.

Dikatakan rektor, saat ini UNPRI juga telah terakreditasi institusi dengan nilai B oleh BAN PT dan telah memiliki RSU Royal Prima.

Rektor berharap, dengan kegiatan dan kolaborasi ini, akan semakin memantapkan  langkah dalam kerjasama bidang pendidikan.

Di tempat terpisah Pendiri UNPRI Dr dr. I. Nyoman E. Lister, M.Kes., AIFM,didampingi Direktur PT. Prima Indonesia Dr. Tommy Leonard, SH., MKn. kepada wartawan, Minggu (22/7) mengatakan, pihaknya  memberikan apresiasi dan mengucapkan terimakasih atas kunjungan Perwakilan dari NMU Prof. Shen Hong Bing dan rombongan. Semoga silahturahmi dan hubungan baik ini dapat berkelanjutan serta melahirkan kerjasama yang saling menguntungkan lagi, dalam rangka memajukan dunia pendidikan ke depan.

Dr Nyoman juga mengharapkan, adanya dampak penting dari kerjasama itu. “Tujuan program ini untuk memberi dampak signifikan dalam bidang pendidikan tinggi. Karena itu beberapa waktu lalu UNPRI menandatangani kerjasama dengan NMU.

Selain itu, diharapkan pula, agar kejasama tersebut tidak hanya di bidang pendidikan saja, tetapi juga pada kerjasama antara Indonesia dan  China secara umum.

“Kita mengharapkan kerjasama ini juga akan mengeratkan hubungan antara dua negara, di samping untuk pertukaran mahasiswa  dan pengembangan sumber daya manusia,” ucap tokoh pendidikan Sumut ini meyakinkan. (Dev)