Orang Obesitas Lebih Berisiko Kena Asma, Ini Penyebabnya

Orang Obesitas Lebih Berisiko Kena Asma, Ini Penyebabnya

911

gnews.online |

Hubungan antara obesitas dan asma sudah banyak dibicarakan, tetapi banyak yang belum mengetahui alasan di baliknya. Beberapa peneliti menjelaskan bahwa kelebihan berat badan bisa memberikan tekanan langsung pada paru-paru, sehingga membuat pernapasan menjadi lebih sulit.

Penelitian yang dipublikasikan dalam European Respiratory Journal baru-baru ini mengungkapkan bahwa lemak bisa menumpuk di paru. Kondisi inilah yang ternyata menyebabkan obesitas bisa menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya asma.

“Akumulasi lemak dapat mengubah struktur saluran udara seseorang. Sehingga dapat meningkatkan risiko asma,” ucap profesor University of Western Australia, Peter Noble, dilansir Live Science, Kamis (23/10/2019).

“Perubahan pada saluran udara yang terkait dengan masalah pernapasan disebabkan oleh jaringan lemak yang menumpuk di paru,” ucap salah satu peneliti dari rumah sakit Sir Charles Gairdner, Perth, John Elliot.

John dan Peter mencoba mencari tahu hubungan di antara keduanya dengan meneliti 52 orang sebagai sampel. Mereka terdiri dari 16 orang yang meninggal karena asma, 21 orang dengan asma tetapi meninggal karena sebab lain, dan 15 orang yang tidak memiliki riwayat asma sebelum meninggal.

Ternyata hasil menunjukkan, lemak yang ada di dinding saluran pernapasan berkaitan dengan indeks massa tubuh atau body mass index (BMI). Artinya seseorang dengan BMI yang tinggi, memiliki lebih banyak lemak, dibandingkan dengan yang memiliki BMI rendah.

“Akumulasi lemak ini dapat menyebabkan penebalan di saluran udara, yang akhirnya membatasi aliran udara. Inilah yang menyebabkan peningkatan gejala asma,” ucap Noble

Penemuan ini menunjukkan bahwa kelebihan berat badan atau obesitas dapat menimbulkan gejala yang lebih buruk bagi orang yang memang sudah memiliki asma.

“Meskipun temuan ini masih perlu dikonfirmasi kembali, dokter tetap harus mendukung para pasien asma untuk mencapai atau mempertahankan berat badan yang ideal,” ucap presiden European Respiratory Society, Thierry Troosters. (Lip6)