Pakat Jadi Menu Spesial di Bulan Ramadhan

Pakat Jadi Menu Spesial di Bulan Ramadhan

633

gnews.online |

Pakat, pucuk rotan yang satu ini selalu menjadi idola di setiap bulan Ramadhan. Tidak heran, banyak pedagang musiman yang menjual makanan yang rasanya pahit dan sedikit rasa kelat ini.

Kuliner yang satu ini, awalnya banyak diminati suku Mandailing. Namun belakangan ini, peminatnya semakin berkembang. Bahkan pecinta batang rotan muda ini, semakin bertambah saja.

“Udah lama, kita jualan di sini. Sudah belasan tahun. Tidak ada perubahan. Pembeli tetap banyak,” ujar Madan Harahap pedagang pakat di Jalan Letda Sujono, Selasa (7/6).

Jika di hari biasa, Madan hanya menyediakan 3 hingga 4 ikat pakat dengan rata-rata 125 hingga 150 ikat batang pakat. Ketika Ramadhan meningkat berlipat-lipat. Bahkan mencapai 15 ikat.

Mengkonsumsi pakat, bisa meningkatkan selera makan. Tidak hanya itu, pakat ini bisa menjaga kesehatan tubuh. Pakat ini, dijual perbatang seharga  Rp2 ribu.

Bagi anda yang belum pernah mencoba menu yang satu ini, bisa mendapatkan di beberapa titik di kota Medan. Selain di Jalan Letda Sujono, juga ada di Jalan SM Raja.

Menikmati pakat ini, bisa dengan berbagai cara. Bagi yang suka pahit, cukup dengan sambal tuk-tuk, atau  sambal merah dengan perasan jeruk nipis.

Namun, bagi yang tidak ingin repot. Madan juga menyediakan bumbu pakat yang sudah dikemas sederhana.

Untuk bumbu anyang ini, Madan Boru Harahap juga menyediakannya. Dimana bahan-bahannya menggunakan beras gongseng, jeruk nipis, kelapa gongseng.

“Ini makanan alami tanpa pupuk.  Bumbu ini kita jual seharga Rp5 ribu hanya bisa bertahan satu malam saja,” ujarnya. (dia/mab)