Pasar Mbrumbung di Jawa Tengah Usung Konsep Tempo Dulu

Pasar Mbrumbung di Jawa Tengah Usung Konsep Tempo Dulu

354

gnews.online |

Jawa Tengah memperkenalkan sebuah pasar tradisional yang memiliki konsep tempo dulu, yaitu Pasar Mbrumbung. Konsep ini terlihat mulai dari makanan hingga pernak-pernik yang ada.

Pasar Mbrumbung hadir dengan nuansa yang kental dengan adat Jawa kuno. Pasar tradisional yang menghadirkan aneka kuliner tradisional ini terletak di Desa Banggi, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Saat berkunjung ke Pasar Mbrumbung, Anda akan disambut oleh hiasan jadul yang terdapat di beberapa sudut. Nuansa tradisional pun tampak dari para pedagang yang mengenakan pakaian lurik, batik, dan kebaya.

Sesuai dengan temanya yang tradisional, makanan, dan minuman yang disajikan pun hanya kuliner jadul saja, seperti gethuk, cucur, dawet, dan sega jagung (nasi jagung). Ada yang unik dari proses transaksi di pasar ini.

Dilansir dari akun resmi pemerintahan Provinsi Jawa Tengah, jatengprov.go.id, Anda harus menukarkan uang dengan koin berbahan kayu di lapak khusus yang telah tersedia, sebab, penjual di sana tidak menggunakan uang untuk proses jual belinya. Setelah mendapatkan koin tersebut, barulah Anda dapat berbelanja.

Sembari berbelanja, pengunjung akan ditemani oleh alunan gending dan gamelan. Tidak hanya itu, mata Anda akan dimanjakan dengan aksara-aksara Jawa yang tersebar di beberapa papan petunjuk atau papan informasi yang ada.

Pemandangan lain yang berbeda dari pasar ini ialah pedagang akan menjajakan dagangannya di sebuah saung yang terbuat dari bambu. Saung ini memiliki atap rumbai yang terbuat dari jerami. Desain saung memperkuat kesan tradisional yang ingin ditunjukkan.

Destinasi Unik

Menurut Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, Pasar Mbrumbung dapat menjadi destinasi unik di Kaliori. Konsep pasar yang tidak biasa itu merupakan suatu upaya untuk melestarikan budaya daerah dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Pedagang yang berjualan di Pasar Mbrumbung adalah warga sekitar. Bahkan, bahan-bahannya pun bersumber dari daerahnya. Lelaki kelahiran Rembang tersebut merasa bangga, sebab dulunya daerah ini termasuk yang memiliki ekonomi terbelakang. Namun saat ini sedikit demi sedikit telah mengembangkan daerahnya.

Di pasar ini terdapat panggung yang biasa digunakan oleh warga sekitar untuk menyelenggarakan pertunjukan seni atau acara desa. Pasar beroperasi mulai pukul 15.00–21.00 WIB dan selalu ramai pengunjung yang berasal dari warga setempat atau daerah lainnya.

Selain menyajikan makanan, pengunjung pun dapat selfie di spot foto yang telah disediakan. Spot foto tersebut pun terbuat dari bambu dengan atap rumbai. Pada setiap sisinya terdapat ikon-ikon aplikasi yang ada di ponsel seperti Instagram, YouTube, dan WhatsApp.

Ada pula berbagai macam tulisan-tulisan menggunakan bahasa Jawa sebagai latar belakangnya. Tulisan tersebut digoreskan di belakang nampan yang terbuat dari bambu dan berbentuk bulat.

Taj Yasin Maimoen berharap masyarakat turut andil dalam memajukan Kabupaten Rembang untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Masyarakat diharap bisa mengembangkan berbagai potensi daerah menjadi destinasi wisata yang menarik. (lip6)