Pembangunan De’Glass Residences Tidak Ada Masalah

Pembangunan De’Glass Residences Tidak Ada Masalah

23
Waspada/ist Direktur De’Glass Residences Devi Marlin SH MH, menyampaikan permasalahannya atas pembangunan De'Glass Residences, pada RDP di Komisi IV DPRD Kota Medan.

MEDAN – gnews.online | Komisi IV DPRD Medan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait polemik pembangunan De’Glass Residences di Jalan Gelas. Dalam RDP tersebut disimpulkan pembangunan De’Glass Residences tidak ada masalah.

RDP tersebut dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Medan Paul Mei Anton Simanjuntak di ruang komisi, Selasa (11/2). Turut hadir Badan Perizinan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BP2TSP) Medan, Dinas Perkim dan Penata Ruang Kota Medan, Direktur De’Glass Residences.

Dalam rapat, Paul sempat mempertanyakan kerusakan apa yang ditimbulkan saat pembangunan apartemen De’Glass berlangsung. Namun setelah mendengar penjelasan dari pihak pengembang dan pihak berwenang di Pemko Medan, tidak menemukan masalah seperti yang dilaporkan warga.

“Berapa rumah yang rusak? Kalau ada yang rusak, saya lihat ada itikad baik dari pengembang untuk memperbaiki. Kita dengar penjelasan pihak terkait, semua tidak ada masalah dan berjalan sesuai aturan,” sebut Paul.

Anggota Komisi IV DPRD Medan lain, Hendra DS berharap kepada seluruh masyarakat dan Pemko Medan agar mengkaji lebih dahulu bangunan yang akan dibangun.

“Kalau ada investor yang mau berinvestasi, jangan diprovokatori. Setiap permohonan pembangunan yang masuk, kita kaji lagi lebih dalam sebelum diberikan izin membangun. Sehingga tidak ada yang dirugikan,” sarannya.

Anggota Komisi IV lainnya M Rizki Nugraha berharap, peristiwa keberatan masyarakat atas bangunan De’Glass Residences tidak menghambat investor yang berinvestasi.

“Kalau berinvestasi di Kota Medan mengikuti aturan yang berlaku. Saya rasa tidak perlu dihalang-halangi. Pembangunan di kota ini secara tidak langsung dapat menyerap tenaga kerja cukup banyak,” ujarnya.

Akan Diperbaiki

Sebelumnya, Direktur De’Glass Residences Devi Marlin menyampaikan, pihaknya akan memperbaiki seluruh kerusakan rumah warga saat proses pembangunan berlangsung. Namun dikarenakan pihak keberatan (masyarakat) sulit untuk dijalin komunikasi, akhirnya niat baik tersebut tidak menemukan titik temu.

Perwakilan Badan Perizinan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BP2TSP) Kota Medan Jhon Lase menjelaskan, sejak 2018 pihaknya sudah mengeluarkan izin atas nama Abdul Muis.

“Setahu kami permasalahan De’Glass Residences tetap dengan pak Silaen (warga keberatan). Tapi semua persyaratan mereka (De’Glass Residences) untuk membangun apartemen ini sudah terpenuhi,” jelasnya.

Perwakilan Dinas Perkim dan Penata Ruang Kota Medan, Cahyadi, memperkuat pernyataan perwakilan BP2TSP Jhon Lase. Dia mengatakan, permasalahan antara masyarakat yang keberatan dengan manajemen De’Glass Residences sudah sejak lama.

“Dari segi perizinan dan tata ruang tidak ada masalah. Semua syarat terpenuhi, Amdal lalin dan Amdal lingkungannya. Jadi tidak ada alasan kami untuk memberhentikan bangunan ini,” tegasnya. (dev)