Pemeriksaan Dini, Cegah Kanker Serviks dan Payudara 

Pemeriksaan Dini, Cegah Kanker Serviks dan Payudara 

258

MEDAN-GNews|

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) kanker leher rahim menempati urutan kedua yang diderita kaum hawa. Hampir 99,7% kanker leher rahim, berkaitan dengan  Human Papiloma Virus (HPV).

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Sumut dr RR. Surjantini,  usai membuka pelatihan pencegahan kanker payudara dan kanker leher rahim, Selasa (24/5) di Medan.

“Infkesi HPV sering tidak menimbulkan gejala sehingga leher rahim terinfeksi, bisa berkembang menjadi lesi derajat rendah. Sehingga dapat hilang tanpa pengobatan atau tidak berkembang terutama pada wanita muda,” kata Surjantini.

Dia memperkirakan ada sekira satu juta perempuan yang terinfeksi virus ini. Dari jumlah tersebut, 10% diantaranya berkembang menjadi prakanker leher rahim.

Masih berdasarkan hasil riset, ujarnya, perubahan tersebut sering  terjadi bagi  perempuan usia 30 dan 40 tahun. Lesi prakanker jika tidak terdeteksi dan diobati, akan berkembang menjadi kanker ganas.

Oleh karenanya, diperlukannya pemeriksaan untuk pengujian kanker leher rahim (serviks) dan pemeriksaan payudara melalui Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA).

“Wanita yang sudah pernah melakukan hubungan sex, harus menjalani pemeriksaan ini, setiap tahun. Caranya cukup mudah, murah dan bisa dilakukan di manapun,” ujarnya.

Dengan melakukan pemeriksaan, penyakit itu bisa dideteksi sedini mungkin.  “Jangan sampai diketahui sudah stadium lanjut,” sambungnya seraya meminta tenaga  kesehatan harus mendorong semua perempuan usia 30 sampai 50 tahun untuk melakukan pemeriksaan.

Kanker sebutnya, merupakan penyakit gaya hidup karena dapat dicegah dengan melakukan gaya hidup sehat. Dimana sejumlah  faktor risikonya bisa dipicu kebiasaan merokok, menjadi perokok pasif, alkohol, kegemukan, pola makan tidak sehat, perempuan tidak menyusui dan perempuan melahirkan di atas usia 35 tahun, menikah terlalu mudah.

“Dikarenakan tidak ada tanda yang berarti pada tahap awal, wanita disarankan untuk melakukan tes rutin seperti pemeriksaan sel HPV pada leher rahim apakah normal atau tidak, setahun sekali,” sarannya.

Melalui pelatihan ini, berharap Surjantini, SDM yang ada bisa memeriksa IVA sedini mungkin dengan gejalanya. Sehingga  petugas bisa mengedukasi masyarakat dan dapat memeriksa payudaranya sendiri.

“Harapannya, setelah selesai mengikuti pelatihan ini, ilmu dan keterampilan yang diperoleh, dapat dipraktekkan dengan Periksa Payudara Sendiri (SADARI). Keberhasilan deteksi dini dapat menurunkan kesakitan dan kematian akibat kanker leher rahim dan kanker payudara,” ujarnya.

Sementara Kepala Seksi Bimbingan Pengendalin Wabah dan Bencana Dinkes Sumut Suhadi menambahkan, pelatihan tersebut diikuti peserta dari Medan 9 orang, Tanjung Balai 12 dan Labuhan Batu 3 orang. (dia)