Pemprovsu Akan Berikan Santunan Kepada Keluarga Korban Banjir Bandang

Pemprovsu Akan Berikan Santunan Kepada Keluarga Korban Banjir Bandang

536

SIBOLANGIT-Gnews: Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Ir H Tengku Erry Nuradi MSi menyatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut akan memberikan santunan kepada keluarga para korban meninggal dunia dalam bencana banjir bandang Air Terjun Dua Warna.

Hal itu disampaikan Tengku Erry Nuradi saat meninjau proses evakuasi para korban banjir bandang Air Terjun Dua Warna di Posko Tanggap Bencana, pintu rimba, Bumi Perkemahan Sibolangit, Senin (16/5).

Turut bersama rombongan anggota DPD RI Parlidungan Purba, Bupati Deliserdang Azhari Tambunan, Kepala Badan Pengendalian Bencana Daerah (BPBD) Sumut Saleh Idoan Siregar, Kadis Bina marga Effendi Pohan, Kadis Kehutanan Sumut Halen Purba, Kadis Kesehatan Sumut Sri Suryani Purnamawati dan sejumlah SKPD Deliserdang.

Dalam tinjauannya, rombongan menyempatkan diri melihat kondisi salah seorang korban berjenis kelamin perempuan yang sedang dibersihkan dalam tenda, sesaat sebelum diberangkatkan menggunakan ambulance ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut, Jl. Wahid Hasyim Medan.

Kemudian Erry dan rombongan menemui sejumlah orangtua dan keluarga para korban, guna mengucapkan belasungkawa dan meminta untuk tabah menerima cobaan. Erry selanjutnya meninjau posko pengaduan yang terletak tidak jauh dari posko pembersihan jenazah para korban.

Berdasarkan data Posko Pengaduan Bencana Air Terjun Dua Warna pada Senin sore sekitar pukul 17.30 WIB, tim SAR gabungan telah berhasil mengevakuasi 13 orang jenazah dari sejumlah titik.

“Data posko mencatat ada 22 wisatawan yang sebelumnya dinyatakan hilang terbawa banjir bandang. Seorang diantaranya ditemukan selamat, sedang korban meninggal dunia berhasil di evakuasi sebanyak 13 orang hingga jelang sore. Kita mendapat kabar masih ada jenazah yang sedang dievakuasi ke posko. Saat ini masih dalam perjalan,” ujar Erry.

Erry menyatakan, sebagai bentuk keprihatinan dan belasungkawa, Pemprov Sumut akan menberikan santunan kepada keluarga korban meninggal dunia. “Kita masih terus menunggu perkembangan informasi terkait jumlah para korban meninggal dunia,” ujarnya.

Tidak lupa Erry mengimbau kepada seluruh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Pemerintah Kota (Pemko) di Sumut untuk membuat rambu panduan, baik menuju lokasi maupun di lokasi wisata, terutama di daerah wisata yang memiliki risiko bahaya seperti wisata air terjun, gunung, danau, wisata hutan dan lain sebagainya.

“Banyak lokasi wisata di Sumut masih perawan. Belum terjamah atau dikelola secara professional. Untuk itu, pemerintah daerah setempat kita harapkan membuat rambu-rambu panduan. Tujuannya sebagai panduan bagi wisatawan agar tetap waspada demi keselamatan,” ujar Erry.

Erry juga menyatakan, proses pencarian dan evakuasi para korban dilakukan 2 x 24 jam dimulai Senin pagi.

“Kita berharap, hingga Selasa sore, seluruh para korban telah ditemukan, baik hidup maupun meninggal dunia. Selanjutnya akan dievaluasi untuk memutuskan perlunya penambahan hari untuk tanggap bencana,” sebut Erry.

Erry juga menyatakan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalap proses tanggap bencana banjir bandang Air Terjun Dua Warna, baik jajaran TNI, Polri, Kantor SAR, Tagana, PMI, Mapala, Dinas Kesehatan maupun warga sekitar yang ikut dalam proses pencarian dan evakuasi.

“Kita mendapat kabar, sedikitnya ada 15 lembaga yang terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi.

Sementara Bupati Deliserdang, Azhari Tambungan mengatakan, pihaknya telah membentuk tim khusus guna melakukan evaluasi terkait bencana yang terjadi.

“Kita sudah membentuk tim untuk mengevaluasi kejadian ini. Nantinya evaluasi akan mengeluarkan berbagai kebijakan terkait pengelolaan Air Terjun Dua Warna. Nantinya evaluasi juga akan merumuskan apa yang harus dilakukan agar peristiwa serupa tidak makan korban lagi,” sebut Azhari.

Azhari menyatakan, Air Terjun Dua Warna merupakan objek wisata alam yang aman untuk dikunjungi. Selain terdapat posko yang dikelola Kelompok Sadar Wisata, wisatawan yang berkunjung juga mendapat pendampingan dari para pemandu.

“Tetapi untuk sementara ini, Air Terjun Dua Warna ditutup sementara waktu. Saat ini masih proses pencarian dan evakuasi korban.

Azhari juga membantah retribusi masuk dan biaya pandu yang diberlakukan Kelompok Sadar Wisata yang berposko di Pintu Rimba Bumi Perkemahan Sibolangit merupakan kutipan ilegal.

“Tidak bisa kita katakan ilegal, karena ada kesepakatan antara wisatawan dengan pemandu untuk biaya pendampingan ke lokasi air terjun. Walau begitu, tim evaluasi akan masih bekerja. Dalam sepekan hasil evaluasi akan kita dapatkan,” ucap Azhari.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang juga akan memberikan santunan kepada keluarga korban meninggal dunia.

“Pemkab Deliderdang juga akan memberikan tali asih kepada keluarga korban. Sekarang masih kita data berapa jumlah para korban,” sebut Azhari.

Banjir bandang menyapu Air Terjun Dua Warna terjadi pada Minggu (15/5/2016) sekitar pukul 15.00 WIB. Dugaan sementara, bencana terjadi akibat hujan lebat yang terjadi di daerah hulu sungai. Saat kejadian, puluhan pengunjung sedang mandi dan menikmati air terjun.(ayb)