Pertamina Tambah Pasokan LPG Di Madina

Pertamina Tambah Pasokan LPG Di Madina

156

MEDAN – gnews.online |

Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I memastikan penyaluran LPG 3 Kg di wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) aman selama arus mudik dan libur Hari Raya Idul Fitri 1439 H.

Unit Communication & CSR Pertamina MOR I, Rudi Ariffianto menyatakan, penyaluran harian untuk LPG 3 Kg di wilayah Kabupaten Madina pada tanggal 13 Juni 2018 adalah sebesar 5.040 tabung perhari dan disalurkan melalui 2 agen serta 80 pangkalan, dengan HET sebesar Rp17 ribu – Rp22 ribu.

“Guna mengantisipasi lonjakan konsumsi jelang Hari Raya Idul Fitri 1439 H, Pertamina MOR I telah menambahkan fakultatif pasokan di Kabupaten Madina sebesar 6.160 tabung perhari pada tanggal 29 dan 30 Mei 2018,” jelasnya, Rabu (13/6/2018).

Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terkait arus mudik dan libur lebaran 2018, Pertamina MOR I akan terus melakukan penambahan pasokan tabung LPG pada tanggal 9, 12, 14, 15, dan 17 Juni 2018 sebanyak 9.520 tabung perhari di wilayah tersebut.

Rudi Ariffianto menyebutkan pasokan LPG Pertamina di wilayah Madina berjalan normal. Tim investigasi telah diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan terhadap adanya keluhan kondisi pasokan LPG 3 Kg di wilayah tersebut.

“Pasokan LPG 3 Kg di wilayah Madina berjalan normal bahkan sudah dilakukan penambahan pasokan sebelumnya. Kami akan cek apabila penambahan pasokan memang dirasa belum mencukupi, kami akan melakukan penambahan pasokan fakultatif yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Rudi.

Dia mengatakan, Pertamina menyalurkan LPG 3 Kg sesuai kuota yang ditetapkan pemerintah. Pertamina menhimbau bahwa peruntukkan LPG 3 Kg hanya bagi rakyat miskin dengan penghasilan kurang dari Rp1,5 juta per bulan atau Usaha Mikro.

“Bagi warga mampu, Pertamina telah menyediakan LPG non subsidi seperti Bright Gas 5,5 Kg, Bright Gas 12 Kg dan Elpiji tabung biru 12 Kg serta 50 Kg untuk usaha komersial. Jika masyarakat memiliki keluhan terhadap layanan dan produk Pertamina dapat langsung menghubungi kontak Pertamina di 1 500 000,” tutupnya. (art)