Pondok Wangi, Bisnis Perawatan Kecantikan Ala Rumahan

Pondok Wangi, Bisnis Perawatan Kecantikan Ala Rumahan

423

gnews.online |

Perawatan, terutama kaum hawa menjadi salah satu kebutuhan. Ini sebagai upaya agar tetap terlihat smart dan cantik. Tidak heran, bisnis perawatan kecantik semakin bertumbuh di Kota Medan.

Sebab pangsa pasarnya sangat menjanjikan. Karena tanpa melihat lapisan usia, baik remaja, dewasa dan maupun orang tua.

Peluang ini yang kemudian dilirik S Indra Syafri yang didukung istrinya, Sossiyantuti Indra untuk mengembangkan bahan baku perawatan kecantikan dengan brand, Pondok Wangi sekira tahun 2007. Dengan konsep back to nature.

Awalnya, pengelolaan Pondok Wangi yang beralamat di Komplek Pondok Surya Blok 1 No 38 ini, dikendalikan Sossiyantuti Indra. Namun setelah memasuki pensiun ujar Sossiyanti, suaminya mulai fokus mengelola produk kecantikan ala rumahan ini.

Diceritakannya, Pondok Wangi ini membuat beragam produk perawatan seperti aromatherapy dan bahan Spa dalam bentuk kemasan, sabun herbal, body cream. Produk ini dibuat tanpa menggunakan bahan kimia.

Saat memulai usaha ini, kebetulan di Medan, belum ada usaha serupa. Sehingga, produk kecantikan ini, dianggapnya sebagai peluang usaha yang sangat menjanjikan.

Apalagi, sang suami memiliki latar belakang pendidikan farmasi. Belum lagi, setelah menganalisis dan mempelajari beragam produk tradisional untuk perawatan tubuh, banyak yang keliru.

Alasan lainnya, memilih traditional body shop, karena masyarakat sekarang ini, mulai beralih ke natural. “Masyarakat di era modern ini, banyak yang ingin kembali ke produk tradisonal. Yang tradisional memang cukup bagus, dan terbukti memiliki prospek,” ujarnya.

Aroma terapi Pondok Wangi, menggunakan produk lokal dan impor. Karena di Indonesia ternyata belum ada produk tertentu. Sebab produk lokal, hanya beberapa minyak yang bisa di pakai semisal minyak sereh, nilam, pala, cengkah dan lainnya.

Sementara bahan baku lain, agak sulit, rata-rata harus didatangkan dari luar negeri. “Kalaupun ada produk dalam negeri aromanya belum murni, ini mungkin karena proses penyulingan yang masih sedehana,” ujarnya.

Beragam aromatherapy dan Spa buatannya, ditawarkan dengan harga yang relatif terjangkau mulai Rp10.000 hingga Rp35.000 per item. (dia)