Pra-rekontruksi Pembunuhan Dua Bocah oleh Ayah Tiri, Mayat Bukan Ditemukan di Areal Sekolah Global Prima

Pra-rekontruksi Pembunuhan Dua Bocah oleh Ayah Tiri, Mayat Bukan Ditemukan di Areal Sekolah Global Prima

107

Kepala SMP Global Prima Maria Linda didampingi Kepala SMA Indra Kesuma, Kepala SD Yubaniar Pratiwii dan Kepala TK Lioni Arti bersama Babinsa Maimun MP Sitepu dan Humas Devi Marlin saat memberikan keterangan pers.

gnews.online | Pihak Kepolisian menggelar Pra-rekonstruksi pembunuhan terhadap Iksan Fatilah(10) dan Rafa Anggara(5) yang dilakukan oleh ayah tiri kedua bocah malang tersebut di luar area Sekolah Global Prima Jl Brigjen Katamso Medan.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko yang dijumpai di lokasi mengatakan, dalam Pro-rekonstruksi tersebut ada 17 adegan yang diperagakan oleh tersangka Rahmadsyah .

Dikatakan Kapolres, rekonstruksi itu dimulai dari tersangka dan kedua anak tirinya itu bertengkar hingga proses penghilangan nyawa bocah tersebut.

Berdasarkan pengakuan tersangka kepada polisi, dia sakit hati karena disebut oleh kedua anak itu sebagai bapak yang pelit karena tidak mau membelikan es krim.

“Anak-anak ini menyatakan bahwa bapaknya pelit, dia (korban) akan minta ibunya cari bapak baru. Itu keterangan awal dari tersangka,” kata Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko di sela pra-rekonstruksi kasus pembunuhan itu, Senin (22/6).

Sebelumnya, kedua bocah itu ditemukan tewas didalam parit samping bangunan Sekolah Global Prima Medan pada Minggu(21/6).

Dalam menanggapi berita simpang siur yang meresahkan masyarakat serta para orang tua dan peserta didik, iPerguruan Global Prima, Kepala Sekolah SMP  Global Prima Maria Linda SPd. MM  memberitahukan kepada publik, bahwa kejadian pembunuhan terhadap dua anak yang dilakukan oleh ayah tirinya itu,  terjadi di Jalan Brigjend Katamso bukan terjadi di lingkungan/gedung Sekolah Global Prima,

“Dari hasil pra-rekonstruksi pihak kepolisian, kejadian pembunuhan tersebut dilakukan di rumah kos tersangka, dan tidak ada kaitannya dengan sekolah Global Prima,” kata Maria Linda.

Maria Linda pun menyebutkan bahwa  pelaku membuang jenazah kedua korban di gang antara rumah warga dan gedung Sekolah Global Prima, dimana pada gang tersebut terdapat parit pembuangan warga.

“Pada hari Minggu, 21Juni 2020, aparat kepolisian meminta bantuan kepada  Sekolah Global Prima  memberikan akses  jalan ke gang antara rumah warga, dengan gedung sekolah Global Prima tersebut, untuk memudahkan evakuasi korban. Dan pihak  sekolah membantu pihak kepolisian dengan memberikan akses menuju gang antararumah warga dengan gedung sekolah  Global Prima tersebut agar korban dapat dievakuasi,” kata Maria Linda

Maria juga menyampaikan, bahwa pihaknya tidak mengenal pelaku maupun korban, Pelaku bukanlah pegawai/staf di Sekolah Global Prima dan korban bukanlah murid  sekolah Global Prima.

“Kami menghimbau kepada khalayak ramai untuk tidak menyebarluaskan berita/informasi yang sesat, seolah-olah pembunuhan terjadi di lingkungan/gedung sekolah Global Prima,” kata Maria Linda. (Dev)