PTPN II Jual Energi Listrik Ke PT PLN Tahun Ini

PTPN II Jual Energi Listrik Ke PT PLN Tahun Ini

157

Medan – gnews.online |

PTPN II melakukan terobosan baru di tahun 2020 ini. Perusahaan BUMN tersebut akan menjual energi listrik ke PT PLN (Persero) melalui Pembangkit Listrik Tenaga Bio Gas (PLTBG) yang dimiliki PTPN II.

Manager PLTBG Dedy Gurning menjelaskan, PLTBG PTPN II merupakan salah satu program ketahanan energi nasional dalam peningkatan pasokan listrik. Yaitu dengan pengembangan energi alternatif yaitu energi terbarukan berbasis POME (Palm Oil Mill Effluent) berasal dari limbah cair Pabrik Kelapa Sawit (PKS).

“Potensi energi listrik yang dihasilkan dari POME untuk pabrik dengan kapasitas olah 30 Ton TBS/Jam setara dengan 1 Mega Watt listrik yang dapat dibangkitkan per Jam,” katanya kepada wartawan kemarin.

Menurutnya, PTPN II adalah salah satu BUMN dengan bidang usaha sektor perkebunan. Budidaya perkebunan core bisnis utama adalah kebun Kelapa Sawit dan pengolahannya, dimana Kelapa Sawit diolah untuk menghasilkan CPO dan Kernel. Proses pengolahan tersebut dilakukan di PKS.

“Dari proses pengolahan di PKS dihasilkan limbah cair dimana senyawa limbah cair kelapa sawit (Palm Oil Mill Effluent/POME) mengandung unsur gas metana (CH4). Di samping pemanfaatan energi listrik dari POME tersebut, pembangunan PLTBG dan menepis isu negatif terhadap lingkungan akibat proses pengolahan limbah pabrik sawit yang membuang Gas Methane (CH4) ke udara terbuka,” katanya.

Dia mengatakan, gas Methane yang terbuang ke udara tersebut dapat dimanfaatkan dan dijadikan bahan bakar utama mesin pembangkit listrik (genset). Atau dapat digunakan sebagai bahan pembakaran gas pada Steam Boiler di PKS.

Sementara itu, Kabag Sekretariat PTPN II, Irwan SE didampingi Sutan Panjaitan menambahkan, saat ini PTPN II memiliki 2 unit Pembangkit Listrik Tenaga Bio Gas (PLTBG) berdasarkan surat penunjukan bahwa PTPN II sebagai tempat lokasi proyek PLTBG oleh Ditjen EBTKE.

Surat itu dengan nomor 49/04/DEB.01/2014 tanggal 10 Februari 2014 di PKS Pagar Merbau dan nomor 50/04/DEB.01/2014 tanggal 12 Mei 2014 di PKS Kwala Sawit. (dev)