Pujanusa Kecam Praktik Intoleransi yang Merusak Keutuhan NKRI

Pujanusa Kecam Praktik Intoleransi yang Merusak Keutuhan NKRI

105

H Suratman SP

gnews.online | Situasi dan kondisi bangsa Indonesia belakangan ini yang terus diwarnai perbedaan sikap berujung pertentangan antar anak bangsa, ditanggapi prihatin oleh Sekretaris Umum Paguyuban Keluarga Besar Putra Jawa Nusantara (Pujanusa) H Suratman SP yang meminta seluruh elemen bangsa bersatu menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kami prihatin melihat kondisi saat ini yang mengarah kepada pertentangan, intoleransi sehingga bisa berdampak pada perpecahan. Ini tidak bisa dibiarkan, pemerintah perlu segera mengambil sikap dan kita semua yang cinta NKRI agar berperan serta untuk menyelamatkannya,” kata Suratman di Medan, Minggu (22/11/2020).

Dia menyebut, praktik intoleransi yang mempertentangkan perbedaan suku, keyakinan atau pandangan politik makin kemari makin membuat masyarakat terbelah, dan menurutnya ini sangat berbahaya.

20201122_201915

 

 

 

 

H Suratman SP saat berorasi pada aksi massa beberapa waktu lalu.

Pria yang juga menjabat Ketua Umum Paguyuban Keluarga Besar Putra Jawa Kelahiran Sumatera (Pujakesuma) ini pun mendukung pemerintah untuk memperbaiki kondisi sekarang.

“Masih bisa diperbaiki, asal kita semua ikut mendukung upaya pemerintah dengan bergandengan tangan melawan pihak-pihak yang coba merusak keutuhan bangsa,” tegasnya.

Dikatakan, pemerintah perlu bersikap tegas menangani kelompok-kelompok intoleran yang terus-menerus mengoyak keberagaman dan nilai-nilai Pancasila.

“Tidak boleh ada pembiaran terhadap kelompok-kelompok intoleran. Apalagi yang coba mengganggu atau mengubah ideologi Pancasila, karena bagi kita Pancasila harga mati,” tegas Suratman.

Dikatakan lagi, seluruh masyarakat Indonesia baik yang di pemerintahan dan siapa saja harus ikut merajut kembali kebhinekaan dan keberagaman.

“Menjaga dan merawat bangsa dan negara dari berbagai rongrongan baik yang bersifat kesukuan, agama mapun pertikaian yang tujuannya mengobrak-abrik bangsa itu adalah kewajiban kita semua. Maka kita harus bersatu saling bergandengan tangan serta saling merapatkan barisan untuk melawan pihak-pihak yang ingin mengganggu persatuan,” ucap Suratman yang didampingi salah seorang pengurus Pujanusa, Afrizal Syam.

IMG-20201122-WA0051
H Suratman SP bersama salah seorang pengurus Pujanusa, Afrizal Syam.

Untuk itu, Pujanusa mengeluarkan sejumlah pernyataan sikap antara lain; Mendukung sepenuhnya pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk melanjutkan program-program pemerintah.

Menolak segala bentuk kegiatan yang merongrong dan menghalangi pemerintah dalam merealisasikan program-programnya.

Berikutnya, Pujanusa siap menjadi benteng pemerintah dan bangsa Indonesia untuk menghadang kelompok-kelompok Islam garis keras dan intoleran yang menimbulkan ketidakstabilan ketahanan nasional.

Pujanusa merasa malu dengan sikap Habib Rizieq Shihab dan pengikutnya, khususnya pada acara Maulid Nabi Muhammad SAW yang tidak menyejukkan umat namun justru memanas-manasi dan menyampaikan ucapan kotor di hadapan umat, padahal Nabi Muhammad SAW selalu memberikan tauladan kepada kita semua untuk bersikap lemah lembut, sebagaimana Islam yang rahmatan lil alamin.

Berikutnya mengajak umat Islam pada khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya untuk tidak mudah terprovokasi oleh ajakan-ajakan siapapun termasuk yang menyatakan dirinya tokoh agama yang justru mengakibatkan perpecahan. (koh)