Pukat Trawl Merajalela di Belawan, Nelayan Ancam Main Hakim Sendiri

Pukat Trawl Merajalela di Belawan, Nelayan Ancam Main Hakim Sendiri

211

Medan – GNews : Pukat trawl masih terus merajalela di perairan Belawan. Nelayan tradisional selalu menjadi korban dari pukat yang dilarang Undang-undang ini.

Lemahnya pengawasan oleh instansi terkait di Pelabuhan Perikanan Samudera Gabion Belawan, dinilai sebagai biang kerok merajalelanya pukat ini.

Zulmaidi (46) dan Ramadhan Sagala (49), Nelayan di Belawan mengatakan, instansi terkait yang memiliki kewenangan terhadap kapal pukat harimau atau pukat trawl tidak memberikan tindakan tegas.

Akibat pembiaran itu, nelayan pun melakukan demo ke DPRD Medan baru-baru ini. Disayangkan sampai saat ini DPRD Medan Bidang Kelautan belum juga melakukan Sidak ke Belawan.

“Sampai saat ini larangan berlayar pukat trawl sudah habis waktunya, namun pemilik kapal tetap saja menjalankan kapalnya. Nantinya, jangan salahkan nelayan lokal jika terjadi konflik di laut. Sebab kesabaran nelayan lokal sudah habis,” terang Zulmaidi didampingi rekannya Ramadhan di Belawan, Jumat (6/5).

Dikatakannya, laporan nelayan kepada anggota dewan sudah termasuk berbagai cara dilakukan baik lisan atau tulisan bahkan sampai unjuk rasa.

“Kalau ini juga tidak ada respon dari anggota dewan yang terhormat, maka nelayan lokal akan mengambil tindakan sendirian di laut Belawan. Tapi jangan nantinya jangan salahkan nelayan lokal,” tutur Zulmaidi. G12