Rupiah Anjlok, Impor Bakal Meningkat

Rupiah Anjlok, Impor Bakal Meningkat

545

MEDAN-GNews: Dalam notulen rapat Bank Sentral AS kemarin mengindikasikan bahwa ada kemungkinan kenaikan suku bunga acuan The FED bulan mendatang, jika semua data menunjukan bahwa adanya kemungkinan terjadinya pemulihan pada perekonomian di AS.

Dari hasil notulen tersebut membuat Dolar AS menguat tajam pada perdagangan hari ini, Kamis (19/5). Sedangkan nilai tukar Rupiah kembali tepuruk hingga ke level 13.525 per Dolar AS di sesi perdagangan hari ini.

Analis Ekonomi Sekuritas Lautan Dhana Medan, Gunawan Benjamin menyebutkan, pelemahan Rupiah tidak sendirian, karena hampir semua mata uang di dunia melemah terhadap Dolar AS. “Pelemahan kinerja Rupiah ini perlu diwaspadai mengingat terjadi di saat kita tengah melakukan impor besar-besaran menjelang bulan Ramadhan,” kata Gunawan.

Menurutnya, impor barang konsumsi seperti rutinitas setiap tahun selalu mengalami kenaikan. Di sini di waktu yang bersamaan Dolar AS menguat terhadap Rupiah. Maka yang terjadi adalah harga barang impor berpeluang naik dalam waktu dekat ini. Dan pelemahan Rupiah akan menambah beban pemerintah dalam mengendalikan inflasi selama Ramadhan.

“Beberapa komoditas pangan akhir-akhir ini mulai merangkak naik. Fatalnya adalah komoditas tersebut banyak didatangkan dari negara lain. Dengan pelemahan Rupiah saat ini sebaiknya pemerintah sudah melakukan tindakan untuk menstabilkan harga. Artinya harga di pasar terus dipantau,” ujarnya.

Karena, lanjutnya, isu pelemahan Rupiah ini sangat potensial dijadikan alasan untuk “melegalkan” kenaikan harga di pasar. Sementara itu, di tengah kebutuhan yang semakin besar pelaku bisnis akan lebih cenderung melakukan impor sekalipun dengan harga yang relatif lebih mahal.

“Karena di bulan Ramadhan ini, masyarakat kita cenderung akan memaksimalkan konsumsinya. Karena penduduk Indonesia itu mayoritas beragama Islam. Dan Ramadhan selalu identik dengan budaya konsumsi yang tinggi. Jadi tekad dan keinginan pemerintah agar di bulan Ramadhan nanti harga stabil menghadapi tantangan dari pelemahan Rupiah saat ini,” pungkasnya. (ayb)