September, Pembangkit Terapung di Belawan Beroperasi

September, Pembangkit Terapung di Belawan Beroperasi

675

MEDAN-GNews: Sumatera Utara (Sumut) bakal memiliki tambahan daya listrik sebesar 240 megawatt (MW) dari kapal pembangkit tenaga listrik atau marine vessel power plant (MVPP) yang berlokasi di Belawan. Pembangkit listrik terapung milik PLN tersebut direncanakan beroperasi pada September tahun ini.

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah memesan lima unit pembangkit listrik terapung tersebut dari Turki, dimana salah satunya akan beroperasi di Medan persisnya terletak di Perairan Laut Belawan.

General Manager PT PLN Pembangkitan Sumut, Sugiyanto mengatakan, titik lokasi untuk meletakkan pembangkit agar tidak mengganggu lalulintas kapal sudah diperoleh sehingga diperkirakan dalam waktu dekat sudah bisa mengalirkan listrik ke Sumut.

“Saat ini persiapan masih terus dilakukan agar saat pengoperasian tidak mengalami kendala. Yang pasti titik lokasi sudah diperoleh dan tinggal masuk tahap selanjutnya,” katanya, Kamis (12/5).

Pihaknya memperkirakan pada September atau Agustus 2016 pembangkit tersebut sudah bisa beroperasi maksimal. Berarti sebelum akhir tahun daerah ini sudah memiliki tambahan daya sebesar 240 MW. “Masa uji coba lebih kurang dua minggu. Setelah itu pembangkit tersebut akan mulai mengalirkan listrik ke pelanggan,” ujarnya.

Dengan adanya pembangkit ini maka total kapasitas terpasang di Sumut lebih kurang ada 400-500 MW dari saat ini daya yang dibutuhkan ketika beban puncak sebesar 2.030 MW. Dengan kapasitas sekarang saja sudah ada kelebihan sebesar 200-300 MW. “Ya mudah-mudahan tidak ada lagi masalah dengan kelistrikan di Sumut ini,” katanya.

Sebelumnya, Humas PT PLN Wilayah Sumut Mustafrizal mengatakan, dengan adanya pembangkit terapung maka PLN sudah bisa melayani permintaan listrik khususnya dari perusahaan besar yang sejak dua tahun terakhir tidak bisa dilayani perusahaan plat merah ini karena tidak ada cadangan daya.

“Nanti permintaan daya hingga 860 KVA sudah bisa dilayani. Kalau dulu, hanya 23 KVA saja (yang disetujui). Kedepan dengan adanya pembangkit baru ini diharapkan akan semakin banyak perusahaan besar bisa beroperasi di sini,” jelasnya.

Selain itu, lanjut dia, pemadaman terutama pada pelanggan rumah tangga akibat defisit listrik tidak akan terjadi lagi. Kalau pun ada, hal tersebut disebabkan adanya gangguan. Masyarakat cukup mengadu saja ke call center PLN untuk segera diatasi.

“Kalau ada yang padam juga, kemungkinan ada kerusakan pada trafo atau gangguan lainnya karena cuaca. Bukan karena kurang daya akibat pembangkit rusak atau lainnya,” jelasnya.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumut Laksamana Adyaksa mengatakan, penambahan daya listrik untuk wilayah Sumut memang sangat diharapkan sejak dulu. Daerah ini yang selalu krisis energi tentu menyambut baik hal tersebut.

“Ya kita apresiasi upaya yang dilakukan untuk menambah daya listrik apalagi sejak dulu persoalan di Sumut adalah krisis energi. Mudah-mudahan bisa terealisasi dalam waktu dekat ini,” ucapnya.

Tidak hanya itu, lanjut dia, langkah PLN yang ingin segera melayani kebutuhan listrik perusahaan besar juga harus diapresiasi sebab banyak perusahaan yang tidak hanya mengurangi kapasitas produksi tetapi juga batal beroperasi di sini karena tidak adanya listrik.

Sementara itu, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumut, Abubakar Siddiq mengatakan, meski berniat melayani perusahaan besar namun PLN tidak boleh mengabaikan pelanggan rumah tangga. Meskipun kebutuhan daya tidak besar namun tetap merupakan pelanggan yang harus dilayani dengan baik.

“Masyarakat harus tetap diperhatikan. Diharapkan sebelum Ramadhan nanti sudah beroperasi maksimal sehingga tidak terjadi pemadaman lagi khususnya pada pelanggan rumah tangga seperti tahun-tahun sebelumnya,” pungkasnya. (ayb)