STKIP Pangeran Antasari Gelar Workshop Interpersonal Skill

STKIP Pangeran Antasari Gelar Workshop Interpersonal Skill

76

gnews.online |  Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Pangeran Antasari menggelar Workshop Interpersonal Skill dengan tema “Strengthening Professionalism and Communication, dikampus tersebut kemarin.

Pelatihan Interpersonal Skills itu menghadirkan Meryl Saragih sebagai pembicara. Wanita kelahiran 18 Mei 1990 ini memberikan motivasi kepada mahasiswa STKIP Pangeran Antasari bagaimana mengenali diri, kemampuan dan kelemahan diri.

Acara tersebut dihadiri  Ketua Yayasan Pendidikan Pangeran Antasari Dr Tommy Leonard SH MKn, Pembina STKIP Pangeran Antasari Drs. Hilman Haidir MPd, Pembina STKIP Pangeran Antasari Drs Marudut Sitanggang MHum, Ketua STKIP Pangeran Antasari Azizah Husda SS MHum, Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Kartina Ramadhani Rambe SPd MHum, Kepala Pengembangan dan Pemasaran Yayasan Pendidikan Pangeran Antasari Rio Bradnlee, Koordinator Sekolah Pangeran Antasari Herli Leo Aritonang.

Wanita berkacamata ini memberikan tips-tips agar hidup  semakin hari semakin ‘meningkat’ naik ke atas.

Meryl Saragih  tampak berapi-api mengajak mahasiswa STKIP Pangeran Antasari, untuk mengidentifikasikan siapa diri  kita sebenarnya, siapa ‘IDENTITAS’ diri kita sebenarnya dan apa TUJUAN HIDUP kita di dunia ini , karena ini merupakan langkah awal dan yang paling penting untuk menentukan masa depan.

“Anda harus mengetahui siapa diri anda sebenarnya dan untuk apa anda dilahirkan di dunia ini,”kata Meryl Saragih.

Di dalam hidup ini kita, katanya, seringkali dihadapkan dengan berbagai pilihan yang terkadang membuat kita bingung. Apalagi kita diperhadapkan dengan PILIHAN-PILIHAN yang menurut kita semuanya PENTING.

“Dalam hal ini, menentukan prioritas sangatlah membantu kita untuk menghadapi pilihan-pilihan yang kadang-kadang membuat kita bingung. Anda tidak akan kebingungan lagi dalam menentukan pilihan karena anda akan memutuskan sesuatu berdasarkan SKALA PRIORITAS anda,”ucap Meryl.

Sementara itu, Ketua STKIP Pangeran Antasari Azizah Husda SS MHum mengatakan, tuntutan menjadi   perguruan tinggi yang pembelajaran dan berbasis teknologi sesuai visi STIPPA adalah melalsanakan kegiatan yang mengacu pada standart-standart perguruan tinggi yang sehat, dan baik dimata masyarakat, dengan memberikan praktek-praktek terbaik, yang berupaya keras mendorong mahasiswa untuk menghasilkan output yang diakui oleh komunitas global.

“Namun yang paling penting STIPPA  menghasilkan lulusan  calon pendidik/guru yang kompetensinya sesuai dengan visi misi STIPPA yng pembelajarannya berbasis teknologi,”katanya.

Karena itu, kata Azizah, STIPPA selalu berupaya  keras untuk merangsang tumbuhnya kualitas  suasana budaya kreatif di lingkungan civitas akademik khususnya dikalangan mahasiswa yang setiap kali menjadi agenda tetap STIPPA lewat kegiatan ilmiah dan edukatif, sehingga keberadaan STIPPA menjadi unggul dan semakin maju diminati banyak masyarakat..

Menurut Azizah, pelatihan ini bersifat Social Skill yang signifikan dalam menentukan atau memotivasi kesuksesan terhadap seseorang yang keterkaitannya ke psikologi seperti kesabaran,tanggungjawab, berfikir keras, kolaboratif yang manfaatnya  bukan hanya untuk individu tetapi juga  untuk karir dan interaksi dalam bermasyarakat.

Di tempat terpisah, Ketua Yayasan Pendidikan Pangeran Antasari Dr Tommy Leonard SH MKn, kepada wartawan, Sabtu( 21/7) menyatakan untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas, pihaknya terus beruapaya melakukan yang terbaik, termasuk menghadirkan pakar-pakar yang ahli dibidangnya.

Tommy juga mengatakan, menjadi seorang pendidik/guru harus memiliki intelektual, bertanggung jawab dan mempunyai moralitas tinggi. agar kelak di masa mendatang menjadi pendidik yang memiliki sikap intelektual yang tinggi.

“Demi menghasilkan kualitas lulusan STKIP Pangeran Antasari yang baik. maka sudah menjadi keharusan untuk memberikan pelatihan atau menggelar kegiatan seperti ini kepada mahasiswa, sehingga mahasiswa STKIP Pangeran Antasari memiliki skill pembelajaran yang baik. (Dev)