Strategi Melahirkan Generasi Emas dengan Menurunkan Prevalensi Stunting dan Penyakit Katastropik

Strategi Melahirkan Generasi Emas dengan Menurunkan Prevalensi Stunting dan Penyakit Katastropik

41

gnews.online | Guru Besar Ilmu Faal  dari Fakutas Kedokteran (FK) Universitas Padjajaran Bandung Prof. Dr.dr. Ambrosius Purba Msc. AIFOhadir sebagai pembicara di FK Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Medan.

Pada kesempatan tersebut, Prof Ambrosius membawakan topik ‘Strategi Melahirkan Generasi Emas dengan Menurunkan Prevalensi Stunting dan Penyakit Katastropik’.

Acara yang dilaksanakan di ruang serbaguna itu, dihadiri Pendiri UNPRI Dr. dr. I Nyoman Ehrich Lister, M.Kes., AIFM, Ketua BPH Dr Tommy Leonarda SH MKn,  Rektor UNPRI Dr. Chrismis Novalinda Ginting, Wakil Rektor (WR I) Dr. Ermi Girsang, SKM.,M.Kes,  Dekan FK UNPRI dr. Linda Chiuman, MKM, Wakil Dekan I FK UNPRI dr. Maya Sari Mutia, para Staf FK UNPRI, beserta para peserta yang begitu antusias mengikuti acara tersebut.

Sementara itu, dalam sambutannya, Dekan FK UNPRI dr. Linda Chiuman, MKM berharap di kemudian hari akan terjadi kerja sama yang baik, antara UNPRI  dan Universitas Padjajaran Bandung,  khususnya di bidang ilmu Biomedis.

Dr Linda juga  berharap, topik yang dibawakan oleh Prof. Dr.dr. Ambrosius Purba Msc. AIFO dapat menambah pengetahuan bagi para peserta yang hadir.

Menurut Prof Ambrosius, terjadinya Stunting dapat disebabkan oleh kualitas dan pola asupan gizi yang buruk pada ibu hamil dan anak (terutama sejak 6 minggu kehamilan sampai 1000 hari pertama kehidupan), penyakit infeksi, masalah sosial seperti kemiskinan, pola asuh, serta masalah infrastruktur yang salah satunya berupa buruknya sanitasi.

“Dalam rangka melahirkan generasi emas sangat dipengaruhi oleh faktor genetik yakni sebesar 40% – 50%, faktor gizi sebesar 30% – 40% (DHA dan AA), faktor lingkungan sebesar 10%-20% serta stimulasi yang tepat sesuai dengan usia anak,” katanya.

Disebutkan, penyakit katastoprik banyak menyebabkan kematian diusia produktif seperti hipertensi, penyakit jantung koroner dan diabetes melitus.Salah satu upaya untuk mencegah dan rehabilitasi penderita penyakit katastropik adalah dengan melakukan deteksi dini dengan medical check up secara rutin.

Akhir acara ditutup dengan beberapa peserta memberikan pertanyaan kepada Prof. Dr.dr. Ambrosius Purba Msc. AIFO dan ditutup dengan acara foto bersama.

Di tempat terpisah Ketua BPH UNPRI Dr Tommy Leonard SH MKn menyatakan terus melakukan upaya untuk menambah wawasan dan ilmu mahasiswa UNPRI, seperti menghadirkan para pakar, praktisi, peneliti, atau pelaku usaha secara rutin untuk membawakan topik baru dan menarik sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan terkini.

Sehingga, kata Tommy, mahasiswa dapat memperoleh informasi dan pengalaman baru, yang tentunya bermanfaat bagi mahasiswa UNPRI, seperti yang digelar FK UNPRI kemarin. (DM)